< Browse > Home / Blog article: Kepedulian : Masihkah Kita Punya ?

| Mobile | RSS

Kepedulian : Masihkah Kita Punya ?

December 15th, 2005 | 5 Comments | Posted in motivasi, personal

Ya…. kepedulian, satu kata sederhana yang mewakili sebuah sikap dimana seseorang mencoba memahami dan mengerti suatu keadaan untuk selanjutnya melakukan tindakan (action) nyata sesuai dengan keadaan tersebut. Keadaan dalam hal ini, bisa berupa keadaan seseorang maupun keadaan lingkungan. Ada banyak contoh berhubungan dengan sikap kepedulian ini, diantaranya sikap seseorang yang melihat temennya sedang kesulitan membawa barang belanjaannya lalu segera menawarkan bantuan untuk membantunya. Atau sikap seseorang yang melihat suatu musibah (banjir, gempa, dsb) kemudian berusaha mengumpulkan bantuan yang diserahkan pada orang-orang yang terkena musibah tersebut.

Pagi ini, iseng-iseng saya ingin mengetahui tingkat kepedulian temen-temen di Labkom UBL terutama kepedulian terhadap kebersihan dan kerapihan lingkungan, dengan melakukan sebuah test case kecil. Saya sengaja mengumpulkan semua gelas kotor_yang memang berserakan di berbagai tempat_ di dapur lab. Tadinya mau langsung saya cuci seperti biasa, tapi gak jadi, karena saya harus meng-gost beberapa komputer di lab D3 Unggulan. Saya tinggalkan saja gelas-gelas teronggok tak berdaya di wastafel. Dan akan saya lihat sampai siang harinya (kebetulan saya ngajar jam 09.45 di Lab), apakah ada yang peduli dengan onggokan gelas ini atau tidak.

Siangnya, dari FTI saya sengaja pergi ke lab lebih awal 15 menit. Sampai di lab, langsung aja menuju ke dapur, dan ternyata gelas-gelas yang teronggok di wastafel tadi pagi masih tetap di tempatnya. Bahkan sedikit tambah berantakan. Padahal temen-temen supervisor, assisten, dan calas sudah banyak yang dateng. Ya… think positive sih, mungkin kebetulan lagi pada sibuk semua, atau kebetulan blum ada yang masuk ke dapur, atau memang masalah gelas ini memang terlalu sepele untuk dikerjakan. Saya pun hanya bisa menghela napas lebih dalam dan tersenyum simpul. Mencoba mengerti, memang temen-temen punya tugas yang lebih penting kok.

Saya lirik jam di tangan, “Ah, masih ada waktu sebelum ngajar”, pikir saya. Langsung tanganku bergerilya membersihkan semuanya. Pintu dapur saya tutup. Di tengah-tengah kegiatan (atau kebiasaan?) yang diam-diam saya nikmati ini, beberapa calas-yang-saya-tidak-tau-namanya sempet masuk ke dapur, ngambil sesuatu di lokernya dan langsung keluar lagi, tanpa meninggalkan komen apapun. Sudah hampir selesai, tiba-tiba salah satu temenku masuk ke dapur dan komentar “Lho…kok bang lihin ?!? Nyuci piring ?!”. Saya jawab sekenanya aja, “Nggak…”. “Oh, nyuci gelas yach, hehe..hehe..”, timpal temenku-itu. Saya pikir selanjutnya temenku-itu akan menawarkan bantuan, tapi ternyata temenku-itu langsung ngeloyor pergi. Kuteruskan saja pekerjaanku.

Setelah selesai dan rapi langsung menuju ke lab-08. “Ngajarin apaan yach?”, gumamku. Masih tersisa pertanyaan di hati, “Masihkah kita punya sedikit kepedulian?”. Memang, test case diatas belum bisa mewakili kondisi yang sebenarnya secara macro. Tapi, setidaknya secara micro sudah mewakili bagaimana tingkat kepedulian kita terhadap lingkungan. Jika dari hal yang kecil aja sudah tidak peduli, apalagi terhadap hal-hal lain yang lebih besar. Atau memang idiom ini sekarang sudah bergeser? Bukan hal-hal kecil yang kita pedulikan, tapi hanya hal-hal yang besar saja yang akan kita pedulikan ? Mungkin kita sudah menganggap bahwa masalah kebersihan ruangan, sampah yang berserakan di lantai, sisa air minum yang tergeletak di meja, kertas yang berserakan di meja, dsb, merupakan hal kecil. Masih banyak hal-hal besar yang perlu diperhatikan, semisal masalah Aceh dan musibah lainnya. Mungkin…mungkin….. dan mungkin… Tapi, bukankah hal besar muncul dari hal-hal kecil ??

So, masihkah kepedulian itu ada ??

Popularity: 1% [?]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • PDF
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Technorati
Leave a Reply 150 views, 1 so far today |

Related Post

Follow Discussion

5 Responses to “Kepedulian : Masihkah Kita Punya ?”

Trackbacks

  1. away  
  2. manguntapa  
  3. iwank  
  4. Yuliazmi  
  5. sidikmanjur  

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
  • banner

    Internet Sehat

  • Blog Friends