Mitos Seputar Kehamilan

Kalo kemana-mana bawalah gunting dan peniti ini biar ga diganggu sama makhluk halus, dan juga jangan bepergian saat maghrib tiba.

Begitulah salah satu pesen Simbok mertuaku pada istriku saat pulang kampung kemarin. Takut dibilang ga berbakti, istriku ya manut-manut saja. Saya pun ga berani melarang, hanya saja mencoba mencari maksud tersembunyi dibalik pesan (atau mitos) yang sering dipesankan oleh orang tua kepada anaknya yang sedang hamil.

Terkadang banyak orang yang menolak mentah-mentah (baca: tidak percaya) apa yang dikatakan oleh orang-orang tua terutama orang Jawa. Perkataan disini termasuk apa yang disebut mitos, pamali, ora ilok, pantangan, dsb. Semua itu dianggap musyrik dan tidak berdasar. Namun, saya pribadi menganggap bahwa perkataan orang tua semuanya bertujuan baik, yaitu memberi peringatan kepada generasi penerusnya. Namun terkadang, banyak yang berbelok arah dari tujuan awal tersebut karena seringkali dihubung-hubungkan dengan sesuatu yang bersifat gaib.

Kembali ke pesan ibu mertua saya di atas, saya mencoba melihat dari kacamata logika dan pikiran positif. Gunting dan peniti merupakan hal sepele dan ga ada hubungannya dengan proses kehamilan maupun kelahiran. Namun oleh pesan tersebut malah dipilih sebagai objek. Hal ini kurang lebih menyiratkan bahwa, sebagai orang hamil kita harus selalu mempersiapkan diri sebaik mungkin. Selalu membawa barang-barang tertentu ketika bepergian yang berguna saat proses kelahiran tentunya merupakan saran yang baik. Nah, pada zaman dulu, mungkin gunting dianggap cukup berguna dalam proses kelahiran, contohnya untuk menggunting kain atau tali pusar bayi ketika sudah lahir. Banyangkan barang tersebut tak tersedia saat diperlukan, tentu akan repot sekali.

Dalam masa kini, mungkin “gunting” di sini dapat berubah menjadi handphone, uang, ATM, alamat rumah sakit, dan sebagainya. Jadi, bawalah selalu “gunting” ketika Anda sedang hamil.

Mengenai mitos-mitos seputar kehamilan, sebenarnya cukup banyak. Dan banyak juga yang tidak perlu diikuti, namun ada juga yang baik dan perlu untuk diikuti. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Pendapat dari Dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG mungkin dapat membuka wawasan kita mengenai mitos-mitos tersebut.

Berbagi itu indah...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

4 comments

  1. iya sih sama halnya dengan Away pendapatku, ya tapi terkadang kalo ditelaah terus dipikir secara logika seperti contoh diuraikan sama mas diatas ada baiknya juga. asal jangan sampe kepikiran ujung2nya jadi dosa karena musrik 😀

    betewe salam kenal mas, mudah2an jagoan/ peteri neng ayunya sama ibunya lahir sehat dan selamat 🙂

  2. Memang sih banyak mitos yang berkembang di masyarakat, bahkan setiap daerah dan budaya pun juga berbeda-beda. Unik memang…. Tapi semua tergantung pada keyakinan diri kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *