Doa Bersama untuk Mama

Pagi ini saya baru saja sampai di Jakarta dari pulang kampung. Badan masih terasa pegel dan mata mengantuk. Saya pulang ke kampung halaman hari Jumat kemarin dalam rangka menghadiri doa bersama untuk mama yang telah berpulang ke Rahmatullah kurang lebih 40 hari yang lalu. Menurut tradisi orang jawa, acara ini sering disebut matang-puluh (40 hari).

Sebenernya semula sempet ragu untuk pulang karena memang sedang banyak kerjaan. Namun suatu malam sebelum tidur sempat berujar dalam hati, “jika malam ini saya bermimpi ketemu dengan mama atau keluarga, berarti besok saya pulang”, sambil berdoa minta petunjuk pada Alloh SWT. Malamnya ternyata mimpi bertemu dengan kakak.

Acara dilaksanakan hari Sabtu malam Minggu kemarin di rumah dan dihadiri sekitar 60 orang tetangga dan kerabat. Acara berupa pembacaan Surah Yasiin dan tahlil serta diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh seorang ustadz. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar.

Dalam kekhusukan doa, masih teringat dengan jelas sekitar 40 hari yang lalu dimana saya ikut serta dalam prosesi penguburan mama. Saya yang memasukkan ke liang lahat, membukakan kain kafannya dan juga menghadapkan muka mama ke arah kiblat. Walau momen begitu singkat, namun sangat jelas, bahwa mama terlihat tersenyum, benar-benar tersenyum. Entah ini itu benar-benar senyuman atau hanya imajinasi saya saja. Senyum itu masih sering teringat di benak saya.

Semoga mama benar-benar tenang di alam sana dan insya Alloh mama khusnul-khotimah. Amin.

Berbagi itu indah...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *