Episode Kehidupan Selanjutnya

Achmad Solichin, 5 Juni 1982- 5 Juni 2008

Jam dua belas malam dibangunin istri. Mata masih terpejam, mengantuk. Tiba-tiba satu kecupan bersarang di bibir disertai bisikan “Selamat Ulang Tahun, Sayang”. Istri lalu memberi dua coklat sebagai tanda sayang, walau satunya diminta lagi, hehe2x. Makasih ya sayangku.

Jam delapan lima belas, sampai di lab. Kakakku dateng dan ngucapin selamat ulang tahun juga. Makasih ya.

Jam dua belas siang, didaulat makan bersama pak hari dan ibu iin di bintaro.

Jam dua siang, menuju ke rumah (paku jaya permai) dan mengambil nasi kuning yang sudah dipersiapkan dari pagi oleh istri tercinta, dan salah satu sahabatku Ika Febrianti (terima kasih untuk istri dan sahabatku ya, udah repot-repot). Karena belum selesai bungkusin, maka jadinya bantuin bungkusin rame-rame.

Jam tiga lima belas sore, sampai di lab. Nasi kuning diserbu dan berdatanganlah ucapan selamat dari para asisten lab tercinta. Baca YM, sahabatku Yanti juga mengucapkan “Selamat Ulang Tahun”.

Terima kasih untuk semuanya. I Love You All….

*make-some-wish*

  • Semoga Alloh SWT selalu meridhoi hidup dan kehidupan saya dan keluarga.
  • Semoga (calon) anak dan istriku sehat-sehat selalu, dan semoga proses persalinannya nanti berjalan dengan lancar.
  • Semoga tahun ini kuliah S2-nya jadi dan berjalan dengan lancar.
  • Semoga tahun ini sudah punya rumah sendiri (walau masih kredit).
  • Semoga semua orang yang menyayangi lichin dan yang lichin sayangi, tahun ini dan seterusnya, akan menemui kebahagiaannya masing-masing serta sukses selalu dalam hidup dan  kehidupan.

😀

Berbagi itu indah...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *