Laskar Pelangi The Movie

laskar pelangi

Setelah novelnya laris manis dan menjadi best seller, akhirnya novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata difilmkan juga. Filmnya ditayangkan mulai hari ini. Tapi sayang beribu sayang, saya ga bisa nonton. Padahal dah nunggu-nunggu sejak lama. Saya harus pulang kampung besok pagi-pagi.

Kira-kira di Purwokerto sudah tayang belum ya?

Berikut ini kutipan cerita yang disadur dari detik.com:

Kisah film ‘Laskar Pelangi’ yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata tak hanya soal pentingnya pendidikan. Warna-warni pershabatan 10 bocah Belitong dalam film ini juga cukup menarik dan bisa membuat penonton tertawa dan menangis.

Film ini dibuka dengan adegan ketika hari pertama Ikal (Zulfanny) berangkat ke sekolah, namun ia harus menggunakan sepatu perempuan karena tak mampu beli sepatu sekolah. Sayang sepatu perempuan yang dipakai Ikal kurang mewakili desain sepatu tahun 70an.

Di hari pertama Ikal sekolah juga jadi hari yang penting untuk kelanjutan pendidikan di SD Muhammdyah di desa Gentong, Belitong. Pada hari itu Ibu Muslimah (CUt Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara) harus berhasil mengumpulkan 10 murid supaya sekolah tersebut tidak ditutup.

Satu demi satu murid pun mulai terkumpul. Sayang hingga waktu yang ditentukan, kedua guru itu hanya berhasil mengumpulkan 9 murid. Hingga akhirnya tibalah Harun (Jeffry Yanuar) dengan ditemani ibunya. Ia pun berlari melewati padang rumput menuju ke sekolah yang bangunannya hampir roboh itu untuk menjadi penyelamat masa depan kesembilan murid yang sudah gelisah. Sepuluh murid pun sudah terkumpul, mereka pun mendapat julukan Laskar Pelangi oleh Ibu Muslimah.

Tantangan demi tantangan harus dihadapi oleh Ibu Muslimah, Pak Harfan dan Laskar Pelangi untuk bisa terus sekolah. Namun berkat kecerdasan dan bakat yang dimiliki para Laskar Pelangi berhasil mendorong semangat sekolah mereka.

Kisah dalam ‘Laskar Pelangi’ yang mengangkat pentingnya pendidikan dibalut dalam cerita warna-warninya persahabatan di antara 10 murid SD Muhammadiyah itu. Masing-masing murid tersebut memiliki keunikan tersendiri.

Warna-warni film ‘Laskar Pelangi’ juga terlihat dengan adanya berbagai hal yang bisa dilihat dalam layar lebar produksi Miles Film ini. Ada kisah cinta monyet, perjuangan orangtua dan indahnya persahabatan.

Menonton ‘Laskar Pelangi’ bisa membuat kita tertawa sekaligus menangis. Apalagi akting para pendatang baru yang memerankan Laskar Pelangi tak mengecewakan, mereka sangat natural. Hal itu bisa jadi karena mereka sebelumnya sudah menjalani latihan akting selama tiga bulan.

Dalam film garapan Riri Riza ini ada satu penambahan tokoh yang tidak ada dalam novel. Tokoh tersebut adalah Pak Mahmud yang diperankan Tora Sudiro. Menurut Riri penambahan karakter itu untuk memperkuat penyampaian pesan fim ini.

Setting yang dibuat oleh Eros Eflin selaku penata artistik untuk film ‘Laskar Pelangi’ cukup menggambarkan nuansa tahun 70an. Ditambah dengan syuting yang dilakukan di Belitong, sehingga benar-benar tertangkap suasana lokalnya. Secara keseluruhan film ‘Laskar Pelangi’ patut mendapat acungan jempol

Berbagi itu indah...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

4 comments

  1. Setuju..Dan lagi, banyak hal-hal inspiratif yang dimunculkan dalam film yang bertemakan pendidikan bagi semua orang ini. Saya rasa film ini mampu memberikan motivasi dan semangat yang baru bagi siapapun yang melihatnya. Bagi setiap orang selaku murid, kita diajarkan untuk menghargai sekolah, menghargai semangat pantang menyerah demi mencari ilmu, dan selalu berinisiatif untuk belajar. Dan juga mengingatkan kita untuk sekali lagi lebih menghargai kesempatan yang kita punya untuk menimba ilmu.

    Sedangkan bagi setiap orang selaku guru….Lewat film ini diajarkan bahwa setiap murid adalah sangat berharga. Mereka adalah penerus bangsa, bagaimanapun keadaan fisik dan ekonominya. Di tangan seorang guru, kemiskinan dapat diubah menjadi kekuatan, dan keterbatasan bukanlah kendala untuk maju. Guru yang mempunyai kecintaan terhadap pendidikan, kegigihan dan kesabaran untuk bertahan dalam kesulitan, menunjukkan bahwa seorang guru benar-benar seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Bukan hanya lagu. ๐Ÿ˜›
    Semoga semangat Laskar Pelangi selalu tertanam dalam kehidupan seluruh rakyat Indonesia.
    Iklan Baris Gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *