Sukses, Sudahkah kita mencapainya?

SuksesSukses. Sesuatu yang selalu dicari dan diidam-idamkan semua orang. Orang rela sekolah dari SD sampai kuliah pun ujung-ujungnya ingin menggapai yang namanya sukses tersebut. Namun tidak semuanya berhasil menggapainya. Kadang harapan tinggallah harapan, kenyataannya, sukses belum juga tercapai.

Mengutip dari artikel yang ditulis oleh Agus Riyanto di situsnya Andri Wongso, bahwa sukses memang tidak akan dapat diraih tanpa perjuangan dan kerja keras. Semua orang pasti menyepakati pendapat itu. Tidak ada sukses yang diraih dalam semalam. Sekarang, semua orang bekerja keras dan berjuang mati-matian untuk mewujudkan cita-cita mereka. Pertanyaannya: kenapa hanya sebagian kecil yang bisa mewujudkan impian mereka? Apakah kita salah satunya?

Beberapa waktu lalu, dalam perjalanan balik ke jakarta dari kampung halaman, saya sempet berfikir mengenai apa itu sukses. Seringkali orang menganggap bahwa saya sudah sukses, apa benar demikian? Atau hanya sekedar basa-basi 😀

Setelah saya renungkan, sukses itu ada 3 (tiga) dimensi, yaitu sukses individual, sukses sosial dan sukses akhirat (ukhrowi).

Sukses Individual

Sukses individu merupakan kesuksesan yang diraih oleh seseorang secara personal. Parameternya gampang, kalo kita sudah merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Tuhan, berarti kita sudah sukses secara individu. Ga perlu kita punya uang banyak, ga perlu kita harus punya mobil empat, ga perlu punya rumah 3 tingkat. Resepnya hanya satu, merasa cukup.

Sukses Sosial

Dimensi sukses yang kedua adalah kesuksesan dari sisi sosial. Artinya secara sosial, orang menganggap bahwa kita sudah sukses dan orang lain menganggap kita bermanfaat, berarti dan berperan di masyarakat. Untuk meraih kesuksesan ini caranya adalah berbuat dan berbagi dengan orang lain di sekitar kita. Karena parameternya adalah orang lain (orang banyak) maka kesuksesan dimensi ini relatif susah digapai dibanding yang pertama. Namun demikian bukan tidak mungkin, karena sebenarnya hanya cukup berbuat dan berbagi untuk orang lain dengan ikhlas. Memang dalam urusan berbagi ini, banyak orang masih menganggap bahwa berbagi disini adalah urusannya materi. Namun sebenarnya bukan hanya materi, namun lebih luas lagi. Kita bisa berbagi ilmu, berbagi pengalaman, berbagi kebaikan, berbagi senyum, dsb.

Saya pernah ditanya oleh seseorang mengenai siapa sih orang yang paling kaya? Saya jawab secara sederhana bahwa orang yang paling kaya adalah orang yang paling banyak membagi hartanya untuk orang lain. Kenapa bisa demikian? secara nalar awam dapat kita pahami bahwa dengan banyak berbagi, tentu orang lain akan sepakat bahwa kita punya kelebihan dari segi materi (walaupun secara jumlah mungkin tidak demikian).

Sukses Akhirat

Sukses akhirat ini merupakan dimensi yang paling tertinggi. Ukurannya adalah kekayaan spiritual. Penilainya adalah langsung Tuhan YME. Kita dikatakan mencapai sukses akhirat jika kita berhasil mendapatkan ridho-Nya. Untuk mencapainya, perbanyak ibadah.

Jadi, sudah sukseskah Anda ???

4 comments

  1. bener tuh sobat, gw tambahin ya sukses itu…sukse didunia dan sukses akhirat.semangat brow. gabung di facebook gw y. trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *