Akhirnya Datang Juga (Episode 1)

Akhirnya saat-saat yang mendebarkan itu datang juga. Proses yang terjadi cukup panjang akhirnya dapat dilalui dengan lancar. Berikut ini saya ceritakan dengan bagaimana detik-detik kehadiran sang lintang.

Hari Jum’at pagi saya pulang ke kampung halaman, naik kereta api Taksaka Pagi dari Stasiun Gambir. Berangkat pukul 08.15 WIB. Sampai di stasiun Gombong sekitar pukul 16.00 sore dan akhirnya sampai rumah pukul 17.00 sore. Istirahat dan kangen-kangenan. 😛

Hari Sabtu pagi, istri mengajak untuk periksa kehamilan ke ibu bidan sekaligus pengin priksa juga ke dokter spesialis. Kami berangkat ke bidan desa, bu estu, dan bu estu menyatakan bahwa sebaiknya kami berkonsultasi lebih lanjut ke dokter atau rumah sakit. Kami mendapat surat rujukan, semacam surat pengantar untuk periksa di RSIA Amanah, sebuah rumah sakit ibu dan anak yang cukup ternama di daerah kami.

Akhirnya setelah sarapan pagi, kami berangkat ke Amanah naik motor. Sampai di Amanah, istri diperiksa kembali, mulai dari tekanan darah sampai periksa dalam. Bidan yang menangani menyatakan bahwa istri harus dioperasi, karena bayinya belum pas di “ruangannya” dan juga pinggul terlalu kecil untuk dilewati sang bayi.

Kami kurang puas dengan penjelasan ibu bidan, kami ingin konsultasi dengan dokter. Kebetulan dokter spesialis kandungan sedang tidak berada di tempat, tapi ada tugas di RSUD Banyumas (rumah sakit milik pemerintah Kab. Banyumas). Kami bersikeras untuk bertemu dokter, akhirnya pihak Amanah menelepon dokter dan kami dapat menemuinya di Banyumas.

Kami lalu berangkat ke Banyumas naik bis umum. Sampai disana sekitar pukul 10.00 siang. Ngantri dan menunggu giliran. Kami bertemu dengan dokter Imanuddin, SPOG. Setelah melakukan pemeriksaan kecil dan melihat hasil pemeriksaan dari bidan di Amanah, dokter menyatakan memang sebaiknya dilakukan operasi caesar. Demi kenyamanan dan keamanan bersama (khususnya istriku dan dedenya), kami yakin untuk operasi. Hasil diskusi dengan dokter, disepakati operasi akan dilaksanakan hari Senin pagi di RS Aminah, Sumpiuh.

Kami pulang ke rumah, memberitahu keluarga dan mempersiapkan segalanya. Saya dan istri sempat diskusi dan menimbang-nimbang kembali mengenai waktu operasi. Hasilnya kami menginginkan waktu operasi dipercepat sehari, jadi hari Minggu pagi. Saya lalu berusaha ke RS Aminah untuk meminta mempercepat jadwal operasi. Pihak RS Aminah menghubungi dokternya. Namun ternyata dokternya sedang mengikuti seminar di Semarang, baru pulang hari Senin pagi. Jadi jadwal operasi harus tetap dilaksanakan hari Senin pagi.

Saya pulang ke rumah. Bersama istri menyerahkan semuanya pada Ilahi.

Malam harinya, jam setengah 8, istri berusaha tidur karena kecapean. Saya mengerjakan tugas “tidak resmi” kuliah Jaringan Komputer dan Komunikasi Data yang harus dikumpulkan hari itu juga. Berkali-kali istri terlihat kesakitan, nyeri di perutnya. Cukup teratur, 5 menit sekali. Jam setengah 9, saya ajak sholat Isya. Selesai sholat, kita berunding untuk pergi ke rumah sakit malam itu juga. Kami meminta pertimbangan bu estu, bidan desa, yang sedang berada di cilacap, melalui sms. Ibu bidan sangat menyarankan (baca:menyuruh) untuk segera dibawa ke RS Amanah. Beliau juga sudah menghubungi pihak Amanah untuk siap-siap. Beliau langsung meluncur pulang.

Kami memberitahu keluarga dan bersiap-siap. Cukup ribut. Karena kami tidak berhasil mendapatkan kendaraan (mobil), akhirnya kami menerima tawaran dari bu bidan untuk mengantar kami dengan mobilnya. Kami menunggu beberapa menit. Istri sendiri terlihat “sehat”, segar dan nyerinya mulai jarang.

Sampai di RS Amanah sekitar pukul 22.00 malam. Istriku turun, masih mengenakan jaket dan terlihat segar. Sementara yang lainnya cukup panik, istri tenang-tenang aja, seolah bukan dia yang sedang menjadi “terdakwa” (baca:pasien).

Bersambung ke Episode 2 (Serasa Mimpi)…

Berbagi itu indah...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

5 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *