Dan Kami Memanggilnya Lintang (Episode 3, Habis)

Lintang tidur pulas Setelah operasi caesar berjalan dengan lancar, istri dan anakku juga sehat, selanjutnya tinggal masa pemulihan kondisi fisik.

Hari minggu pagi, kami sambut dengan mengirim SMS ke beberapa saudara dan teman dekat saya maupun istri. Kami memberitahu kabar gembira ini. “Asslm, teriring ucap syukur alhmdlh telah lahir putra kami yg prtama dg op caesar, muhammad lintang, 19-okt-08 00:30, 3.8kg, 49cm, di rs amanah sph. solichn&otim“. Beberapa balasan sms berisi ucapan selamat langsung kami terima dari sanak, kerabat, saudara dan teman.

Pertama datang menjenguk, kakak kandungku dan temannya. Selanjutnya beberapa kerabat, teman, sanak dan saudara juga datang berkunjung. Sepanjang hari minggu, kamar kami terus ramai, sehingga kami pun tidak merasa bosan atau kesepian. Terima kasih atas perhatian semuanya.

Namun sampai hari minggu malam, istri dan anakku belum dipertemukan. Anakku masih dikarantina di tempat khusus. Mungkin untuk menjaga kondisi fisiknya, dan menunggu fisiknya kuat beradaptasi dengan lingkungan “baru”nya. Disamping itu, kondisi istri juga masih harus bed-rest, istirahat total, dan belum boleh beranjak dari tempat tidurnya.

Kembali ke anakku tercinta, beberapa orang bertanya, “mau dikasih nama siapa?”. Seperti sudah saya sebutkan di sms di atas, namanya Lintang, lengkapnya “Muhammad Lintang Mulyanto“. Bagi Anda yang sudah menonton film atau membaca novel Laskar Pelangi, mungkin akan langsung teringat dengan salah satu tokoh di dalamnya. Satu tokoh yang begitu inspiratif, terutama dalam berjuang mendapatkan pendidikan di tengah masyarakat pedalaman. Jika ditanya apa ada hubungannya? Tentu ada. Dan memang benar, kami terinspirasi dengan tokoh Lintang di novel dan film Laskar Pelangi.

Bagi kami, “lintang” adalah bintang,lintang adalah setitik cahaya ditengah kegelapan malam, lintang adalah penghias malam yang sepi, lintang adalah sebuah cahaya harapan, lintang adalah sinar yang datang dari dalam jiwa,lintang adalah buah hatiku, permata hatiku, harapanku.

Sedangkan tambahan “muhammad” di depan lintang adalah untuk menunjukkan bahwa kami adalah keluarga muslim, dan Nabi Muhammad SAW adalah teladan kami. Lalu “mulyanto” di belakang lintang merupakan tambahan untuk memenuhi wasiat (baca:pesan, titipan) dari nenek saya alias buyut lintang. Beliau ingin memberi nama dengan kata dasar “mulya” agar kelak anaknya bisa menjadi anak yang mulia dalam segala hal, sikap, perbuatan, hidup di dunia maupun di akhirat.

Lalu jika digabungkan apa maknanya? Muhammad Lintang Mulyanto adalah sebuah harapan, sebuah doa, semoga kelak putra pertama kami dapat menjadi pribadi yang sholeh mencontoh Nabi Muhammad SAW, dapat menjadi pribadi yang cerdas seperti Lintang dalam Laskar Pelangi, serta dapat menjadi pribadi yang berjiwa mulia dunia akhirat dan berbakti bagi orang tua dan orang-orang di sekitarnya. Amin.

Dan, kami bangga memanggilnya “Lintang“.

Yang jelas, tugas kami belum selesai. Justru sebaliknya, baru dimulai. Yaitu tugas untuk mendidik putra kami, lintang kami, agar kelak menjadi pribadi yang mulia, berbakti pada agamanya, orang tuanya, keluarganya, masyarakat, bangsa dan negaranya. Ya Alloh, mudahkanlah jalan kami untuk mendidik amanah-Mu, Lintang. Amin.

Berbagi itu indah...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

3 comments

  1. Pak Lihin…Selamat yah atas kelahiran putera pertamanya….
    Semoga MUHAMMAD LINTANG MULYANTO benar benar menjadi anak seperti apa yang terkadung dalam namanya…Amiiinnnnn 😛

    😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *