< Browse > Home / Blog article: Mengenal Error Dalam Program

| Mobile | RSS

Mengenal Error Dalam Program

November 17th, 2008 | 4 Comments | Posted in programming
Error code

Error Dalam Program

Setiap bahasa pemrograman, baik bahasa pemrograman yang berbasis desktop, web, maupun mobile memiliki keunikan tersendiri. Masing-masing memiliki aturan tata bahasa (secara awam biasa disebut sintaks) tersendiri. Misalnya saja dalam Bahasa C, setiap statement atau perintah harus diakhiri dengan titik koma, namun di dalam Visual Basic hal tersebut tidak perlu.

Terlepas dari segala perbedaan sintaks dan penggunaan dari masing-masing bahasa pemrograman, pada dasarnya terdapat benang merah yang dapat kita tarik dari kesemua bahasa pemrograman yang ada. Yaitu, kepatuhan bahasa pemrograman terhadap aturan atau pola pikir yang disebut algoritma pemrograman. Algoritma merupakan pola pikir atau langkah per langkah yang harus ditempuh dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Saat kita menuliskan suatu program dalam suatu bahasa pemrograman seringkali kita menemukan error (kesalahan) yang menyebabkan program yang dibuat tidak berjalan dengan baik, atau bahkan tidak berjalan sama sekali. Menemukan dan memperbaiki error (kesalahan) juga bukan perkara yang mudah, kadang memerlukan waktu lebih untuk melakukannya.

Dilihat dari jenis dan tingkat kesulitan dalam menemukan (memperbaikinya), error dapat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

1. Error Tata Bahasa (Sintaks)

Error tata bahasa (sintaks) merupakan jenis error yang paling banyak terjadi dalam pembuatan program. Namun error ini paling mudah terdeteksi karena umumnya compiler atau interpreter dari masing-masing bahasa program akan melakukan pengecekan sebelum program dijalankan (saat dikompilasi). Lokasi baris yang menyebabkan error juga biasanya sudah ditunjukkan. Hanya perlu kejelian untuk memperbaikinya.

Sebagai contoh potongan program Bahasa C berikut ini akan error pada baris ke-4 karena pada baris sebelumnya (baris ke-3) statement belum ditutup menggunakan titik koma (;)

[sourcecode language="c"]
void main() {
int a=2, b=0;
printf(“%i”, a)
printf(“%i”, b);
}
[/sourcecode]

2. Error Runtime

Tingkatan error selanjutnya adalah error runtime. Dimana error ini akan terdeteksi saat program dijalankan (di-running). Penyebabnya beragam, pada umumnya karena terjadi kesalahan dalam proses input, perhitungan dan juga dalam proses output. Sebagai contoh yang banyak terjadi adalah error runtime karena pembagian suatu bilangan dengan nol. Lihat contoh program bahasa c berikut ini! Secara sintaks tentu tidak terdapat error, namun jika dijalankan, operasi pembagian pada baris ke-5 akan menyebabkan error “division by zero”.

[sourcecode language="c"]
void main() {
int a=2, b=0;
printf(“%i”, a)
printf(“%i”, b);
printf(“%i”, a/b);
}
[/sourcecode]

3. Error Logika (Logical Error)

Jenis error yang satu ini merupakan jenis error yang paling susah dideteksi karena terjadinya bukan karena kesalahan penulisan (sintaks) atau kesalahan proses runtime, namun kesalahan dari sisi programmer, dalam hal ini algoritma yang digunakan. Karena logikanya salah, tentunya output yang dihasilkan juga akan salah. Untuk mendeteksi letak kesalahannya, bukanlah hal yang mudah. Terkadang kita harus merunut algoritma yang digunakan baris per baris (line-by-line).

Sebagai contoh error yang termasuk dalam jenis error logika adalah saat kita membuat program yang menghasilkan nilai luas dari suatu lingkaran yang jari-jarinya diinput oleh user. Jika user menginputkan nilai 7, tentu program seharusnya akan menampilkan nilai 154. Namun jika ternyata program tidak menghasilkan hasil sesuai yang diharapkan, inilah yang disebut sebagai error logika (logical error).

Contoh program:

[sourcecode language="c"]
void main() {
int jari;
float luas;
printf(“Masukkan jari-jari : “);
scanf(“%i”, &jari);
luas = 2 * 3.14 * jari * jari;
printf(“%f”, luas);
}
[/sourcecode]

Berikut ini sekedar tips sederhana untuk menghindari (mencegah) terjadinya error dalam program yang kita buat:

  • Menulislah dengan teliti, coba ikuti aturan penulisan program dengan benar dan konsisten.
  • Menulislah dengan rapi, coba ikuti aturan penulisan program yang baik atau mengikuti konvensi (coding standar). Hal ini akan mempermudah dalam pencarian kesalahan program.
  • Selalu konsisten dalam penamaan variabel dan sejenisnya juga membantu mencegah terjadinya error karena terkadang kesalahan terjadi karena perbedaan huruf besar dan kecil.
  • Pastikan algoritma yang digunakan sudah teruji kebenarannya.

Demikian, semoga bermanfaat.

Popularity: 4% [?]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • PDF
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Technorati
Leave a Reply 273 views, 2 so far today |

Related Post

Follow Discussion

4 Responses to “Mengenal Error Dalam Program”

  1. Agills Says:

    Eror, mengapa kita selalu ketemu makhluk yang satu ni. Kalo udah mentok, Bawaanya Pusing Trs. But Keep Try

    Agills’s last blog post..Formasi CPNS Surabaya 2008

  2. tio Says:

    artikel bpk’ sangat membantu saya, krn saat ini saya sedang mempelajari bahasa pemrograman, shg masalah “ERROR” yang saya hadapi dlm membuat sebuah programan bisa teratasi.

  3. seno Says:

    Kalau masalah algoritma dan ketelitian, Mas Lihin jagonya. Top banget. Salam.

    seno’s last blog post..Lomba / Kontes Menulis Cerita Cinta

  4. andri Says:

    ini masalah paling sering “error”….
    tp semua kan belajar dari “error” bang.
    tanpa “error” terkadang kesuksesannya gak kita dapatin.
    soalnya kl buat program gak ada error gak seru.

    iya kan bang….

    oya salam utk “Lintang” dari orang “Aceh” … :)

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
  • banner

    Internet Sehat

  • Blog Friends