Mengenal Error Dalam Program

Error code
Error Dalam Program

Setiap bahasa pemrograman, baik bahasa pemrograman yang berbasis desktop, web, maupun mobile memiliki keunikan tersendiri. Masing-masing memiliki aturan tata bahasa (secara awam biasa disebut sintaks) tersendiri. Misalnya saja dalam Bahasa C, setiap statement atau perintah harus diakhiri dengan titik koma, namun di dalam Visual Basic hal tersebut tidak perlu. Saat aturan tata bahasa dilanggar, maka akan mengakibatkan error pada program.

Terlepas dari segala perbedaan sintaks dan penggunaan dari masing-masing bahasa pemrograman, pada dasarnya terdapat benang merah yang dapat kita tarik dari kesemua bahasa pemrograman yang ada. Yaitu, kepatuhan bahasa pemrograman terhadap aturan atau pola pikir yang disebut algoritma pemrograman. Algoritma merupakan pola pikir atau langkah per langkah yang harus ditempuh dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Saat kita menuliskan suatu program dalam suatu bahasa pemrograman seringkali kita menemukan error (kesalahan) yang menyebabkan program yang dibuat tidak berjalan dengan baik, atau bahkan tidak berjalan sama sekali. Menemukan dan memperbaiki error (kesalahan) juga bukan perkara yang mudah, kadang memerlukan waktu lebih untuk melakukannya.

Dilihat dari jenis dan tingkat kesulitan dalam menemukan (memperbaikinya), error dapat dibagi menjadi 3 (tiga) tingkatan, yaitu:

1. Error Tata Bahasa (Sintaks)

Error tata bahasa (sintaks) merupakan jenis error yang paling banyak terjadi dalam pembuatan program. Namun error ini paling mudah terdeteksi karena umumnya compiler atau interpreter dari masing-masing bahasa program akan melakukan pengecekan sebelum program dijalankan (saat dikompilasi). Lokasi baris yang menyebabkan error juga biasanya sudah ditunjukkan. Hanya perlu kejelian untuk memperbaikinya.

Sebagai contoh potongan program Bahasa C berikut ini akan error pada baris ke-4 karena pada baris sebelumnya (baris ke-3) statement belum ditutup menggunakan titik koma (;)

[codesyntax lang=”c” lines=”fancy”]
void main() {
int a=2, b=0;
printf(“%i”, a)
printf(“%i”, b);
}
[/codesyntax]

2. Error Runtime

Tingkatan error selanjutnya adalah error runtime. Dimana error ini akan terdeteksi saat program dijalankan (di-running). Penyebabnya beragam, pada umumnya karena terjadi kesalahan dalam proses input, perhitungan dan juga dalam proses output. Sebagai contoh yang banyak terjadi adalah error runtime karena pembagian suatu bilangan dengan nol. Lihat contoh program bahasa c berikut ini! Secara sintaks tentu tidak terdapat error, namun jika dijalankan, operasi pembagian pada baris ke-5 akan menyebabkan error “division by zero”.

[codesyntax lang=”c” lines=”fancy”]
void main() {
int a=2, b=0;
printf(“%i”, a)
printf(“%i”, b);
printf(“%i”, a/b);
}
[/codesyntax]

3. Error Logika (Logical Error)

Jenis error yang satu ini merupakan jenis error yang paling susah dideteksi karena terjadinya bukan karena kesalahan penulisan (sintaks) atau kesalahan proses runtime, namun kesalahan dari sisi programmer, dalam hal ini algoritma yang digunakan. Karena logikanya salah, tentunya output yang dihasilkan juga akan salah. Untuk mendeteksi letak kesalahannya, bukanlah hal yang mudah. Terkadang kita harus merunut algoritma yang digunakan baris per baris (line-by-line).

Sebagai contoh error yang termasuk dalam jenis error logika adalah saat kita membuat program yang menghasilkan nilai luas dari suatu lingkaran yang jari-jarinya diinput oleh user. Jika user menginputkan nilai 7, tentu program seharusnya akan menampilkan nilai 154. Namun jika ternyata program tidak menghasilkan hasil sesuai yang diharapkan, inilah yang disebut sebagai error logika (logical error).

Contoh program:

[codesyntax lang=”c” lines=”fancy”]
void main() {
int jari;
float luas;
printf(“Masukkan jari-jari : “);
scanf(“%i”, &jari);
luas = 2 * 3.14 * jari * jari;
printf(“%f”, luas);
}
[/codesyntax]

Berikut ini sekedar tips sederhana untuk menghindari (mencegah) terjadinya error dalam program yang kita buat:

  • Menulislah dengan teliti, coba ikuti aturan penulisan program dengan benar dan konsisten.
  • Menulislah dengan rapi, coba ikuti aturan penulisan program yang baik atau mengikuti konvensi (coding standar). Hal ini akan mempermudah dalam pencarian kesalahan program.
  • Selalu konsisten dalam penamaan variabel dan sejenisnya juga membantu mencegah terjadinya error karena terkadang kesalahan terjadi karena perbedaan huruf besar dan kecil.
  • Pastikan algoritma yang digunakan sudah teruji kebenarannya.

Demikian, semoga bermanfaat.

18 thoughts on “Mengenal Error Dalam Program

  1. artikel bpk’ sangat membantu saya, krn saat ini saya sedang mempelajari bahasa pemrograman, shg masalah “ERROR” yang saya hadapi dlm membuat sebuah programan bisa teratasi.

  2. ini masalah paling sering “error”….
    tp semua kan belajar dari “error” bang.
    tanpa “error” terkadang kesuksesannya gak kita dapatin.
    soalnya kl buat program gak ada error gak seru.

    iya kan bang….

    oya salam utk “Lintang” dari orang “Aceh” … 🙂

  3. kalo eror yang ini jenis eror apa pak?unable to open include file’stdio’.saya bingung banget mungkin softwarenya bermasalah tapi saya g tw salahnya dmana coz ne software saya dapat dari kampus.waktu di jalankan di kampus programnya sukses n g ada eror seperti itu,tapi sebaliknya waktu di copy n dijalankan dgn koding yg sama di laptop saya n teman2,eh muncul eror dengan perintah seperti itu,padahal setau saya syntaxnya sudah sesuai standart bahasa c.#include”stdio.h”.

  4. Ass. Mohon bantuan error nya :
    Fatal error: Call to undefined function mysqli_connect() in C:Apache2.2htdocscoba1konekibris.php on line 7

    ini prog.:

    TERIMA KASIH SEBELUMNYA.

  5. Warning: mysql_fetch_array(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in C:\xampplite\htdocs\mabok\Admin\tampil.php on line 29

  6. Saya sama sekali awam masalah program PHP. Sementara ini saya baru berencana membangun website dengan joomla 3.1. masih di localhost. masalahnya adalah setelah saya instal template baru muncul di bagian paling atas tulisan “SCREAM: Error suppression ignored for
    ( ! ) Notice: Undefined index: style in C:\wamp\www\nama site\templates\mx_joofree10\index.php on line 23” . Bagaimana mengatasinya. Terima kasih banyak sebelumnya.

  7. Pa mohon bantuannya

    “You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near ‘/NIGB/NIK/NIY/NIGK, Pangkat/Gol, `TMT PNS`, `Alamat Rumah`, RT/RW, Kelurahan, De’ at line 1”

    Saya membuat database menggunakan phpmyadmin.

  8. Selamat siang pak, mohon pencerahannya bagaimana cara generate anggka romawi ya? terimakasih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *