5 Langkah Awal untuk Sukses dalam KKP

kkpKKP atau kuliah kerja praktek merupakan salah satu fase yang harus Anda tempuh sebelum mengerjakan skripsi atau tugas akhir. Aturan dan bentuk KKP di setiap perguruan tinggi cukup beragam, namun pada umumnya dengan tujuan yang sama, yaitu untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa sesuai dengan bidang ilmu yang sudah didapatnya di perkuliahan. Di Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur, KKP diarahkan agar mahasiswa dapat membuat suatu aplikasi, program atau sistem yang dapat bermanfaat bagi tempat risetnya (umumnya berupa perusahaan, organisasi, institusi).

Kenyataan yang sering terjadi, tidak semua mahasiswa dapat menyelesaikan KKP-nya dengan baik dan tepat waktu. Seringkali mendapatkan nilai yang pas-pasan (baca:asal lulus), bahkan ada juga yang gagal dan harus mengulang di semester berikutnya. Agar tidak terjadi hal demikian, mahasiswa perlu membuat suatu langkah strategis dalam mengerjakannya. Berikut ini 5 (lima) langkah awal (dasar) untuk sukses dalam KKP. Semoga bermanfaat, terutama bagi rekan-rekan mahasiswa yang sedang menjalani masa KKP.

Langkah 1. Tentukan topik KKP

confusedTopik KKP merupakan hal pertama yang harus dimiliki seorang mahasiswa pada saat merencanakan untuk mengajukan KKP. Pemilihan topik KKP pada dasarnya sangat menentukan bagaimana KKP akan dikerjakan, seberapa lama, ruang lingkupnya serta komplektivitas KKP. Lalu seperti apakah topik KKP yang baik itu? Berikut ini beberapa tips pemilihan topik KKP, termasuk pemilihan tempat riset KKP:

  1. Perhatikan ruang lingkup dari topik yang akan dipilih, karena ruang lingkup topik akan menentukan seberapa lama dan seberapa sulit dalam menyelesaikan KKP. Ingat bahwa KKP memiliki batasan waktu (di Universitas Budi Luhur selama 6 bulan kalender) sehingga ruang lingkup yang terlalu besar dapat menyebabkan KKP tidak selesai pada waktunya. Sebaliknya, topik yang terlalu kecil akan mengecilkan juga nilai dari KKP tersebut. Jika kamu ragu dengan ruang lingkup KKP yang kamu pilih, konsultasikan dengan dosen pembimbing segera.
  2. Pilih topik KKP yang sederhana namun aplikatif. Sebenarnya topik KKP tidak harus sesuatu yang hebat, namun yang lebih penting adalah apakah hasil dari KKP nantinya dapat diaplikasikan di tempat riset. Tujuan KKP diselenggarakan oleh pihak universitas adalah agar mahasiswa dapat mempraktekkan ilmunya secara langsung di masyarakat dan sebaliknya masyarakat (atau perusahaan) juga dapat terbantu dengan adanya mahasiswa KKP tersebut. Jadi percuma saja jika sistem atau aplikasi KKP yang dikerjakan pada akhirnya tidak dapat diimplementasikan. Contoh sistem yang kurang aplikatif adalah membuat sistem penjualan berbasis SMS di sebuah toko retail kebutuhan sehari-hari (seperti Indomart, Alfamart), dimana pembeli lebih nyaman datang langsung ke toko. Sistem tersebut akan sulit diimplementasikan karena para pelanggan tentu tidak akan mau mengeluarkan biaya untuk memesan barang lewat sms, belum lagi harus mendapatkan informasi barang beserta stocknya. Sistem penjualan tersebut tentu akan lebih aplikatif jika kita terapkan di sebuah toko online yang menjual suatu produk yang spesifik, misalnya produk modem.
  3. Pilih tempat riset KKP yang terjangkau. Terjangkau disini baik dari sisi tempat, akses terhadap data yang diperlukan serta kemudahan akses terhadap pihak-pihak terkait. Akan lebih baik lagi, terdapat orang atau pihak yang sudah kita kenal dengan baik di dalam tempat riset. Hal ini akan memudahkan kita dalam komunikasi dan mendapatkan informasi yang diperlukan mengenai tempat riset. Saya pernah membimbing mahasiswa KKP yang mengambil tempat riset di Pemalang. Pada waktu menjelang sidang KKP, mahasiswa saya tersebut agak kesulitan dalam mendapatkan surat selesai riset, karena memang tempatnya cukup jauh. Saya juga pernah membimbing mahasiswa yang mengambil KKP di tempat riset yang memiliki akses data yang terbatas sehingga cukup menyulitkan dalam mendapatkan data yang diperlukan.
  4. Pilih topik yang unik, bukan topik yang sudah banyak dipilih (umum). Hal ini cukup penting agar KKP kita mendapat apresiasi (penghargaan) lebih dari dosen pembimbing maupun penyidang sehingga pada akhirnya mendapat nilai yang baik. Saya pribadi sebagai pembimbing maupun penyidang KKP merasa cukup bosan dengan topik KKP seperti sistem penjualan, pembelian, perpustakaan maupun penerimaan siswa baru. Keempat sistem tersebut sebaiknya dihindari, karena terlalu umum. Boleh saja memilih sistem tersebut, namun tambahkan suatu nilai lebih dalam sistem Anda, misalnya sistem yang lebih cepat, lebih user-friendly dsb. Diluar keempat sistem tersebut, masih banyak topik lain yang dapat dipilih, seperti HRD, penggajian, DSS, SMS Gateway, GIS, dsb.

Jadi, memilih topik penelitian sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Romi Satria Wahono, founder IlmuKomputer.Com juga memiliki beberapa petunjuk jitu untuk memilih topik penelitian. Lihat disini untuk selengkapnya.

Langkah 2. Temui Dosen Pembimbing

dosenTemui dosen pembimbing KKP Anda segera. Banyak hal yang dapat didiskusikan dengan dosen pembimbing Anda, terutama dalam rangka kesuksesan KKP Anda. Selain itu, Anda juga dapat lebih mengenal dosen pembimbing dan juga sebaliknya, pembimbing juga dapat mengenal Anda. Anda juga sebaiknya bertanya mengenai tata cara dosen pembimbing dalam melakukan bimbingan, juga bagaimana dosen pembimbing dapat dihubungi. Komunikasi yang lancar antara mahasiswa dan dosen pembimbing merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan KKP. Dosen pembimbing akan membantu mahasiswa yang rajin melakukan bimbingan, baik dalam proses pengerjaan KKP maupun dalam sidang nantinya.

Materi atau topik KKP yang Anda pilih juga dapat didiskusikan dengan pembimbing di awal. Tujuannya agar pembimbing mengetahui dengan baik apa yang Anda kerjakan. Pembimbing biasanya juga akan memberikan saran atau masukan mengenai sistem atau topik yang Anda pilih. Mungkin beberapa tips dari pembimbing akan mempermudah Anda mengerjakan KKP.

Langkah 3. Pelajari Panduan KKP

Panduan KKP dibuat agar mahasiswa mendapatkan petunjuk yang jelas mengenai bagaimana mengerjakan KKP, termasuk mengenai aturan penulisan, materi KKP, sampai bagaimana aturan pengumpulan KKP. Segera download dan kalo perlu cetak panduan KKP versi terbaru (di FTI Universitas Budi Luhur panduan KKP dapat didownload di http://fti.bl.ac.id). Pelajari secara detil petunjuk yang dituangkan dalam panduan tersebut, dan jika merasa belum jelas segera tanyakan atau konsultasikan dengan dosen pembimbing KKP.

Langkah 4. Atur Strategi dan Buatlah Target

targetStrategi sangatlah penting dan menentukan keberhasilan suatu pekerjaan, termasuk KKP. Memang secara teoritis, waktu mengerjakan KKP adalah 6 (enam) bulan, namun perlu diingat bahwa pada kenyataannya akan kurang dari 6 bulan.

Seperti diketahui bahwa terdapat 2 (dua) hal pokok yang harus dikerjakan dalam KKP, yaitu dokumentasi (ketikan) dan program. Agar keduanya dapat diselesaikan tepat waktu, buatlah strategi untuk mengoptimalkan pekerjaan. Misalnya, dengan membuat pembagian tugas untuk masing-masing anggota kelompok KKP. Antara dokumentasi dan program sama pentingnya. Keduanya juga saling berhubungan dan harus sinkron satu dengan yang lainnya, misalnya dalam hal struktur basis datanya. Kerjasama dan komunikasi yang efektif antar anggota kelompok KKP sangat diperlukan. Oleh karena itu, jika akan mengajukan KKP pilihlah anggota kelompok KKP yang mudah bekerja sama, bertanggung jawab dan tidak ada masalah dengan komunikasi.

Setelah pembagian tugas dilakukan, lalu buatlah target untuk mengontrol pekerjaan KKP Anda. Carilah informasi ke dosen pembimbing mengenai kapan waktu sidang KKP akan berlangsung. Usahakan buat target minimal sebulan sebelum waktu pendaftaran sidang, semua dokumentasi dan program KKP sudah siap (selesai). Selain target besar, buatlah target-target kecil dengan membagi pekerjaan KKP menjadi sub-pekerjaan yang lebih kecil. Buatlah tabel berisi sub-pekerjaan dan target waktunya. Dan jika diperlukan dan Anda cukup mengerti, buatlah sebuah Ganchart dengan MS Project atau software lainnya.

Langkah 5. Kerjakan! Tunggu Apa Lagi !?

Apalagi yang Anda tunggu? Kerjakanlah! Jangan menunda pekerjaan walaupun itu sedikit atau mudah. Mulailah mengerjakan apa yang Anda bisa kerjakan. Bisa Anda mulai dengan mengerjakan Bab I (pendahuluan) atau bahkan bisa Anda mulai dengan Bab V (kesimpulan). Bisa Anda mulai dengan membuat rancangan program atau bisa Anda mulai dengan membuat struktur database aplikasi. Ingat resep 3M ala Aa Gym, Mulai dari hal kecil, Mulai dari diri sendiri dan Mulai dari sekarang!

Semoga bermanfaat

Berbagi itu indah...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

18 comments

  1. “Pilih topik yang unik, bukan topik yang sudah banyak dipilih (umum)…”

    ini dia nih yang agak sulit…:)
    sekarang saya baru semester 3, nanti pas saya semester 6 atau 1 – 1.5 taun lagi, sistem penjualan, pembelian, perpustakaan maupun penerimaan siswa baru atau bahkan SMS gateway mungkin udah gak jamannya lagi…:) teknologi bergerak cukup cepat…:)

    mudah2an saya juga gak kalah cepat dengan teknologi…:)
    .-= Kus Andriadi´s last blog ..My First Java Program with Hibernate : Done!! =-.

  2. #Kusandriadi
    biasanya mahasiswa bisa ambil kkp mulai di semester 5, yang penting sudah memenuhi syarat sks. mengenai topik kkp, saya ga melarang bikin sistem spt disebutkan diatas, namun bikinlah sistem yang memiliki nilai tambah (value-added) dibanding sistem lain yg sejenis. contohnya: menambahkan laporan dalam bentuk grafik.

  3. #wong
    saya setiap hari kerja (senin-jumat) ada di kampus jam 8-17. jika mau ketemu diluar jam itu musti janjian dulu. alternatif: lewat YM, email, FB.

  4. Trima kasih mas …
    semoga saya lebih semangat lg dlm menyelesaikan lporan saya ini…ย  doa kn y mas.. hehe..

  5. minta bantuan buat ref temanya tentang ujian online or ujian mandiri semacam e-learning or bank soal gitu dunk…..

  6. Abis baca ini , terutama langkah ke 5 , semangat jadi tekibar… hahahaha… terimakasih pak ๐Ÿ™‚ motivasi…….
    wish me luck …

  7. tetap saja pak kadang kala pengetahuan mahasiswa terbatas dan terbentur waktu yang mepet apalagi kalau sudah pakai diagram saya rasa tidak semua anak mahasiswa dapat menelaah dan terkladang yg saya alami dosen hanya memberikan clue ynag umum2 saja saya rasa tidak fear kalau sistem pengajaran umum tapi dipakai sistem khusus

    1. Pengetahuan manusia, termasuk dosen dan mahasiswa memang terbatas. Untuk itulah diperlukan proses yang namanya BELAJAR. Pada tingkat mahasiswa harusnya mahasiswa dapat menjalani proses BELAJAR secara lebih mandiri dibanding jenjang sebelumnya. Seharusnya tingkat kemandirian seorang mahasiswa sudah 75%. Trus, kalo pada saat bimbingan skripsi / KKP dosen harus memberikan petunjuk sampe sedetil gimana source code koneksi db misalnya, lalu buat apa proses kuliah yang berlangsung sebelumnya? Walaupun, banyak dosen pembimbing yang mau menjelaskan secara detil asalkan tata cara mahasiswa bertanya itu jelas dan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *