10 Cara Pandang Mahasiswa yang Keliru dalam Pembelajaran

vis3_smWikipedia mengartikan pembelajaran (learning) sebagai “acquiring new knowledge, behaviors, skills, values, preferences or understanding, and may involve synthesizing different types of information“. Jadi dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran merupakan suatu usaha atau proses untuk membagi dan mendapatkan pengetahuan baru mengenai suatu hal. Pembelajaran tidak hanya terkait pada proses belajar, tapi juga proses mengajar. Proses pembelajaran akan efektif jika terjadi interaksi yang baik antara pengajar (teacher) dan pelajar (learner), baik secara langsung maupun tidak langsung.

Namun dalam proses pembelajaran tersebut, seringkali terjadi miss-information (kesalahan informasi) dan miss-understanding (kesalahan pengertian) tentang suatu hal antara pengajar dan pelajar. Berdasarkan pengamatan saya, terutama dalam proses pembelajaran di Universitas Budi Luhur, terdapat setidaknya 10 cara pandang mahasiswa yang keliru. Daftar di bawah ini didapatkan dari pengamatan pribadi saya, bukan dari hasil penelitian yang komprehensif (menyeluruh), namun saya memandang perlu mengungkapkan hal ini dengan harapan agar kekeliruan cara pandang dapat diluruskan. Peran rekan-rekan dosen tentunya sangat besar dalam meluruskan cara pandang yang keliru tersebut. Yuk bareng-bareng kita tingkatkan kualitas pembelajaran kita!

#1. XAMPP adalah webserver

XAMPP merupakan suatu program yang menggabungkan proses instalasi beberapa program sekaligus. XAMPP versi Windows terdiri dari Apache Web Server, MySQL, PHP, Perl, FileZilla, phpMyAdmin, Mercury Mail Server dan OpenSSL. Jadi kalo dikatakan bahwa XAMPP adalah Webserver, maka hal tersebut merupakan pandangan yang salah. Memang webserver (Apache) merupakan bagian dari XAMPP tapi tidak berarti XAMPP adalah webserver. Kesalahan persepsi ini seringkali kebawa hingga saat pembuatan laporan KKP dan skripsi.

#2. MySQLFront sama dengan MySQL

Saya pernah mendapat pertanyaan dari seorang mahasiswa, bahwa MySQL di rumahnya ga jalan. Usut punya usut, ternyata yang diinstal cuman MySQLFront. Software MySQLnya sendiri malah ga diinstal. Ternyata banyak mahasiswa lainnya yang juga berpandangan sama. Wahai mahasiswa (dan dosen)… MySQLFront hanyalah front-end dari MySQL yang membantu manajemen database dan server MySQL. Apanya yang mau di-manage kalo server MySQL-nya belum diinstall? Dan di luar MySQLFront, masih banyak lagi tools sejenis seperti PHPMyAdmin, SQLYog, MySQL Query Browser dan bahkan MySQL Console.

#3. Saat mencoba program, jika sudah berhasil maka sudah cukup

Program atau latihan yang diberikan di kelas maupun yang tersedia di diktat memang diperuntukkan untuk dicoba. Diharapkan dengan mencoba contoh program / latihan, mahasiswa dapat memperoleh pengertian atau pengetahuan yang lebih jelas mengenai suatu teori / konsep. Jadi dalam proses mencoba program, harus ada proses pembelajaran, tidak sekedar menuliskan program. Hmm, kenyataannya banyak mahasiswa yang akan berhenti mencoba saat sebuah program berhasil di-running atau tidak ada error. Jangan cuman itu kawan! Pahami algoritma dalam program tersebut, kalo perlu modifikasi program tersebut. Misalnya terdapat sebuah program untuk mencari nilai terbesar dari 3 buah bilangan yang diinputkan, maka setelah program tersebut sukses, harusnya dicoba juga untuk 4 bilangan, 5 bilangan bahkan hingga N-bilangan. Jika pola tersebut diterapkan, nilai A tidaklah sulit diraih.

#4. Cukup ikuti saja materi dari dosen, tidak perlu mencari materi dari dosen atau sumber lain

Nah, pandangan hanya mengikuti materi dari dosennya tanpa mencari referensi lain merupakan cara pandang orang yang telah nyaman di dalam ‘kotak’nya. Tidak usah repot-repot keluar dari kotak (out of the box) selama kita masih nyaman di dalam ‘kotak’. Tidak usah repot-repot mencari materi dari sumber lain, toh udah ada materi dari dosennya. Ingatlah duhai mahasiswa! Bahwa mahasiswa bukanlah anak SMA lagi apalagi SMP atau SD, yang hanya perlu dengan ikhlas menerima materi dari guru dan mencoba memahaminya. Seorang mahasiswa harusnya berfikir kritis dan inovatif. Materi dari dosen tidaklah cukup kawan! Coba lihat di luar sana, masih banyak materi yang lebih.

#5. Karena sudah ada komputer dan diktat, maka tidak perlu lagi mencatat.

Ada sebuah pepatah mengatakan bahwa “ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. Saya rasa, pepatah tersebut masih sangat relevan walaupun teknologi saat ini sudah berkembang demikian pesatnya. Menulis atau mencatat, merupakan kegiatan yang sudah mulai jarang kita temui dalam proses pembelajaran. Jika memang kita merasa bahwa kemampuan mengingat kita terbatas, maka harusnya kita sadar bahwa mencatat itu penting. Toh sekarang catatan bisa beragam bentuknya, bisa di buku, di komputer, di blog, bahkan di HP. Kalo memang mencatat itu bikin capek, kan bisa aja direkam, berbagai teknologi rekam suara saat ini kan banyak tersedia. Jadi, mulailah mencatat sekarang juga.

#6. Saya datang kuliah untuk absen.

Motivasi seorang mahasiswa dalam kuliah ternyata beragam. Ada yang memang niat untuk belajar, ada yang niat ngumpul-ngumpul bareng temen, ngerumpi, atau sekedar tanda hadir di lembar kehadiran kelas. Seorang mahasiswa dari salah satu kelas yang saya ajar pada suatu hari, saat perkuliahan belum berakhir, tiba-tiba datang menghampiri saya yang kebetulan sedang keluar ruangan. Mahasiswa tersebut bilang, “Pak, saya belum absen, saya mau absen”. Padahal waktu itu saya belum mencatat kehadiran mahasiswa atau menyerahkan daftar hadir ke mahasiswa. Duhai mahasiswa, jika kuliah hanya untuk absen, ya pantas saja kalo ga lulus. Ingat, absen itu kan artinya tidak hadir. Hehe2x.

#7. Kisi-kisi ujian yang diberikan oleh dosen pasti keluar dalam ujian

Salah satu alasan saya hampir ga pernah memberikan kisi-kisi sebelum ujian adalah ketakutan bahwa kisi-kisi dijadikan patokan oleh mahasiswa. Hati-hati teman-teman mahasiswa, kisi-kisi hanyalah sebagai gambaran mengenai materi ujian yang akan diujikan. Kisi-kisi bukanlah soal ujian. Perhatikan juga matakuliahnya, jika matakuliah bersifat MKM justru terkadang soal yang keluar dalam ujian sangat berbeda denga kisi-kisi yang mungkin sudah diberikan, karena matakuliah MKM soalnya merupakan kombinasi dari beberapa dosen. Dalam mempersiapkan ujian, materi yang dipelajari sebaiknya menyeluruh (komprehensif). Belajar dari soal atau kisi-kisi boleh-boleh aja, namun jangan sampe berpandangan bahwa apa yang ada kisi-kisi atau soal pasti keluar di dalam ujian, kecuali jika ada jaminan dari dosennya.

#8. Jika ingin lulus, menyonteklah

Menyontek merupakan perbuatan curang, janganlah membiasakan diri dengan kecurangan tersebut. Menyontek juga bukan jaminan bahwa seseorang akan lulus. Jangan-jangan yang dicontek juga salah. Kalopun yang dicontek jawaban yang benar, seringkali dosen dapat mengetahuinya dengan mudah, sehingga nilai kita pun dapat didiskon (dikurangi). Ujian sebenarnya merupakan suatu sarana atau alat untuk mengukur kemampuan kita dalam menyerap pengetahuan (materi) yang telah disampaikan dalam perkuliahan. Jadi, jadikanlah ujian sebagai alat ukur kemampuan diri sendiri. Jika dalam ujian menyontek, maka tujuan dari ujian tersebut tidak tercapai.

#9. Tidak perlu belajar karena ujian masih lama.

Banyak mahasiswa berfikiran cukup pendek, sehingga hanya akan mulai belajar kalo ujian sudah di depan mata. Kalo masih jauh mah ga usah belajar. Itu pandangan yang keliru. Justru harusnya berfikir sebaliknya, mumpung masa ujian masih lama, belajarlah dengan rajin sehingga pas ujian datang, kita bisa lebih santai dan tenang. Sistem Kebut Semalem (SKS) dalam belajar tidaklah dianjurkan. Proses belajar sama halnya dengan proses makan sepiring nasi. Jika dilakukan sendok demi sendok, sedikit demi sedikit maka akan terasa nikmat. Sebaliknya jika satu piring nasi tersebut dimakan sekaligus, tentu akan terasa menyakitkan.

#10.Setelah lulus matakuliah, maka tidak perlu dipelajari lagi

Cara pandang tersebut juga merupakan cara pandang yang hanya berfikir jangka pendek. Sekian banyak matakuliah yang diajarkan di dalam perkuliahan merupakan bekal untuk tahapan kehidupan selanjutnya setelah lulus. Jadi semuanya akan membentuk keahlian dan skill kita. Jika hanya mempelajari sepotong-sepotong saja, tentu tidak akan maksimal hasilnya. Dan ingatlah, bahwa seringkali satu matakuliah dengan matakuliah lainnya saling berhubungan, jadi jangan lupakan materi yang sudah dipelajari di setiap matakuliah.

Semoga posting ini bermanfaat. Maju terus pendidikan Indonesia, maju terus mahasiswa Budi Luhur!

1. XAMPP adalah webserver
2. MySQLFront sama dengan MySQL
3. Saat mencoba program, jika sudah berhasil maka sudah cukup
4. Cukup ikuti saja materi dari dosen, tidak perlu mencari
materi dari dosen atau sumber lain
5. Karena sudah ada komputer dan diktat, maka tidak perlu lagi
mencatat.
6. Saya datang kuliah untuk absen.
7. Kisi-kisi ujian yang diberikan oleh dosen pasti keluar
dalam ujian
8. Jika ingin lulus, menyonteklah ke teman yang lebih pintar
9. Tidak perlu belajar karena ujian masih lama.
10.Setelah lulus matakuliah, maka tidak perlu dipelajari la

8 comments

  1. Saya tambahin, IMHO..

    #11. Datang kuliah hanya untuk mencari nilai demi mendapatkan ijazah

    kwkwkwkwkwkkwk..

    alasan kenapa S1 banyak yang nganggur, karena rata2 kita kuliah masih main2, kuliah hanya untuk ngumpul2, maen, cuma untuk nyari nilai, dll..gak munafik sih, saya juga nyari nilai dan masih main2 :D, tp sebisa mungkin seimbangin sama skill..:D amiin, belum berfikir kedepan, gaya remaja nya masih kebawa, karena kuliah masih di bayarin sama orang tua, masih belum tau nyari duit itu susah banget..:D keq saya..hehehe, bedakan dengan kelas eksekutif dan magister, semuanya kuliah dengan serius, karena mereka kuliah bukan untuk main2, mereka tau nyari duit itu susah, karena rata2 mereka itu kuliah S2 dapet beasiswa atau menggunakan uang sendiri, dan karena itu mereka bilang “gak semua orang seberuntung saya bisa kuliah, saya yang punya kesempatan untuk kuliah, gak boleh nyia2in ini..” 😀

    sekedar opini…

  2. #Kus Andriadi
    Setuju. Tujuan mahasiswa kuliah emang macem2, motivasinya pun beda. Ada yang kemauan sendiri, kemauan ortu, ngikut temen, ngikutin pacarnya atau selingkuhannya (lho…?). Itulah kita semua. Tapi ingat rekan-rekan mahasiswa! Masa depan masih panjang, keberhasilan Anda di masa depan ditentukan oleh bagaimana kita saat ini!

  3. wah saya setuju banget pak apalagi sama yang nomor 8 hehe
    kalo ada mahasiswa yang datang ke kampus cuma buat kumpul2.
    kalo menurut saya gpp kampus dijadiin tempat ngumpul apalagi ada tujuannya seperti bahas tugas bareng tapi kalo emang udah jam masuk kelas yaa kita harus masuk.toh tujuan utama kita ke kampus kan emang pengen dapet pengetahuan yang lebih dari dosen hehehe

  4. hahahaha.
    gak cuma mahasiswa kalii….
    siswa sekolah aja juga hampir seperti itu,…..
    makanya ilmunya kebanyakan (naudzubillah) gak manfaat…

    kalo aku sih *narsis gak pernah peduli nilai, tugas aja jarang kerjakan, tapi aku pengen selalu cari ilmu banyak2….

    buat mas admin makasih infonya semoga para mahasiswa (siswa juga boleh) bisa sadar dan kembali ke ‘jalan’ yang benar… amien..!! 🙂
     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *