10 Penyebab Error Program PHP yang Paling Sering Ditemui

Bagi kita yang sudah malang-melintang di dunia programming, termasuk PHP, tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya “error” di dalam program. Ibaratnya itu sudah menjadi kudapan sehari-hari. Hehe. Sedangkan bagi kita yang baru terjun di dunia programming, terutama PHP, seringkali “error” merupakan sesuatu yang menakutkan dan membingungkan. Banyak yang akhirnya nyerah dengan programming. Tahun 2008 lalu, saya pernah menulis artikel di website ini mengenai tingkatan error dalam program. Terdapat 3 (tiga) tingkatan error program yaitu error tata bahasa (sintaks), error runtime dan error logika. Dari ketiga jenis error program tersebut, sebenarnya yang paling mudah ditangani adalah error yang pertama yaitu error tata bahasa (sintaks) karena compiler atau interpreter langsung memberitahukannya saat program dikompilasi atau dijalankan. Namun demikian, tetap saja diperlukan pengalaman, ketelitian dan kegigihan dalam menangani atau mencari penyebab error yang muncul.

Dalam tutorial ini, berdasarkan pengalaman selama menjadi programmer dan mengajar di Universitas Budi Luhur, saya mencoba mengumpulkan berbagai macam error program PHP yang paling sering ditemui oleh programmer, terutama yang masih dalam tahap belajar. Setidaknya saya menyajikan 19 macam error program PHP yang terbagi menjadi 10 kategori berdasarkan penyebabnya masing-masing. Untuk setiap error program, disertakan contoh program sederhana yang disertai penjelasan solusi dan cara menangani error yang muncul. Kenapa 19 macam dan 10 kategori? Karena artikel ini mulai ditulis pada tanggal 19-10-2012 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-4 putra tercinta Muhammad Lintang. 🙂

Diharapkan dengan tutorial ini, kita semua akan terbantu dalam memperbaiki berbagai error program PHP yang mungkin ditemui saat membuat program. Memang untuk menjadi terbiasa menghadapi berbagai error program, diperlukan proses pembelajaran dan pengalaman yang cukup banyak. Oleh karena itu, perbanyaklah belajar dan mencoba sebanyak-banyaknya program jika Anda ingin menguasai pemrograman web dengan PHP. Semoga tutorial ini bermanfaat untuk kita semua.

1. Kurang Titik-Koma

Jenis error program ini merupakan error yang paling sering ditemui. Penyebabnya karena kurang menambahkan titik-koma ( ; ) pada akhir suatu perintah (statement). Solusi dalam mencari letak kesalahan programnya membutuhkan kejelian dan ketelitian. Namun demikian, umumnya akan ditunjukkan baris dimana error tersebut muncul. Mulailah dari baris tersebut, namun tidak selamanya penyebab kesalahan berada pada baris yang ditunjukkan. Terkadang penyebab kesalahan justru berada di baris atas atau sebelumnya.

Berikut ini beberapa contoh program beserta tampilan error yang akan muncul jika program dijalankan:

  1. <?php
  2. $nim = "1111500111";
  3. $nama = "Achmad Solichin"
  4. echo $nim;
  5. echo $nama;
  6. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected T_ECHO in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error1.1.php on line 4

Baris yang ditunjukkan pada tampilan error di atas adalah baris ke-4, namun jika diperhatikan program 1.1 di atas ternyata penyebab error justru bukan di baris ke-4. Penyebab error berada pada baris 3, dimana statement tidak diakhiri dengan titik-koma ( ; ). Mengapa PHP justru menunjuk ke baris 4? Hal ini disebabkan karena proses pemeriksaan sintaks oleh PHP dilakukan secara berurutan (sekuensial) dari baris pertama hingga terakhir. Pada baris ketiga belum terjadi error, namun statement masih memerlukan adanya titik-koma ( ; ). Saat PHP berada di baris 4, bukan titik-koma ( ; ) yang ditemukan, namun justru perintah “echo”, sehingga disinilah PHP akan menunjukkan errornya. PHP tidak akan mengetahui penyebab errornya dimana, namun PHP akan menunjukkan pada baris mana error mulai terjadi. Tips: periksa program pada baris yang ditunjukkan oleh pesan error, jika tidak ditemukan, periksa baris atasnya. Demikian dan seterusnya hingga penyebab error ditemukan.

  1. <?php
  2. $user = "achmatim";
  3. $pass = "123"
  4. if ($user == "achmatim" && $pass == "123") {
  5. echo "Login Berhasil";
  6. } else {
  7. echo "Login Gagal";
  8. }
  9. ?>

 

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected T_IF in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error1.2.php on line 4

Sama seperti program 1.1, penyebab errornya adalah kurang titik-koma. Pada program 1.1, letak kesalahan diikuti dengan perintah echo sehingga pesan kesalahan mengatakan “unexpected T_ECHO”. Sedangkan pada program 1.2, letak kesalahan diikuti dengan perintah if, sehingga pesan kesalahan yang ditampilkan adalah “unexpected T_IF”. Dari pesan kesalahan tersebut, kita dapat mengetahui letak kesalahan pasti berada sebelum perintah if, tepatnya pada baris ke-3, statement tidak diakhiri dengan titik-koma ( ; ).

  1. <?php
  2. $day = date ("D")
  3. switch ($day) {
  4. case 'Sun' : $hari = "Minggu"; break;
  5. case 'Mon' : $hari = "Senin"; break;
  6. case 'Tue' : $hari = "Selasa"; break;
  7. case 'Wed' : $hari = "Rabu"; break;
  8. case 'Thu' : $hari = "Kamis"; break;
  9. case 'Fri' : $hari = "Jum'at"; break;
  10. case 'Sat' : $hari = "Sabtu"; break;
  11. default : $hari = "Kiamat";
  12. }
  13. echo "Hari ini hari <b>$hari</b>";
  14. ?>

 

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected T_SWITCH in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error1.3.php on line 3

Seperti dua contoh sebelumnya, jelas bahwa pada program 1.3 letak kesalahan berada sebelum perintah switch, tepatnya pada baris ke-2, statement tidak diakhiri dengan titik-koma ( ; ). Jadi, jika muncul pesan kesalahan yang mirip seperti di atas, langsung saja cari perintah switch dan perhatikan baris perintah sebelumnya.

  1. <?php
  2. /* contoh 1 */
  3. $i = 1
  4. while ($i <= 10) {
  5. echo $i++;
  6. }
  7. ?>

 

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected T_WHILE in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error1.4.php on line 4

Pada contoh program 1.4 di atas, letak kesalahan berada tepat di atas perintah while, tepatnya di baris ke-3. Statement seharusnya diakhiri dengan titik-koma.

  1. <?php
  2. function cetak_ganjil ($awal, $akhir) {
  3. for ($i=$awal; $i<$akhir; $i++) {
  4. if ($i%2 == 1) {
  5. echo "$i ";
  6. }
  7. }
  8. }
  9. //pemanggilan fungsi
  10. $a = 10;
  11. $b = 50;
  12. echo "<b>Bilangan ganjil dari $a sampai $b : </b><br>"
  13. cetak_ganjil($a, $b);
  14. ?>

 

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected T_STRING, expecting ',' or ';' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error1.5.php on line 13

Pada contoh program 1.5 di atas, sudah jelas bahwa letak kesalahannya pada baris ke-12 dimana statement tidak diakhiri titik-koma. Error dengan pesan “unexpected T_STRING” perlu dicermati dengan lebih teliti karena error tidak hanya terjadi karena kurangnya titik-koma, namun dapat juga karena kurang koma ( , ) atau operator penggabungan string berupa titik ( . ). Namun demikian, umumnya terjadi karena penulisan string yang tidak lengkap.

  1. <?php
  2. echo "test"
  3. function cetak_ganjil ($awal, $akhir) {
  4. for ($i=$awal; $i<$akhir; $i++) {
  5. if ($i%2 == 1) {
  6. echo "$i ";
  7. }
  8. }
  9. }
  10. //pemanggilan fungsi
  11. $a = 10;
  12. $b = 50;
  13. echo "<b>Bilangan ganjil dari $a sampai $b : </b><br>";
  14. cetak_ganjil($a, $b);
  15. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan error sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected T_FUNCTION, expecting ',' or ';' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error1.6.php on line 3

Contoh program 1.6 di atas mirip dengan contoh program sebelumnya, hanya saja letak kesalahannya sekarang berada pada baris ke-2, sebelum pendefinisian fungsi. Pada baris tersebut, seharusnya diakhiri dengan titik-koma ( ; ).

  1. <?php
  2. $nim = "0411500400";
  3. $nama = 'Chotimatul Musyarofah';
  4. $umur = 23;
  5. $nilai = 82.25;
  6. $status = TRUE;
  7. echo "NIM : " . $nim . "<br>";
  8. echo "Nama : $nama<br>";
  9. print "Umur : " . $umur; print "<br>";
  10. printf ("Nilai : %.3f<br>", $nilai);
  11.  
  12. if ($status)
  13. echo "Status : Aktif"
  14. else
  15. echo "Status : Tidak Aktif";
  16. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected T_ELSE, expecting ',' or ';' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error4.1.php on line 14

Letak kesalahan pada contoh program 1.7 bukanlah pada baris ke-14 seperti ditunjukkan di atas, namun terletak di baris ke-13 (sebelum perintah ELSE) dimana statement tidak diakhiri dengan titik-koma.

2. Kekurangan atau Kelebihan Kutip

Penyebab error program yang kedua berkaitan dengan tanda kutip, baik kutip tunggal (‘) maupun kutip ganda (“). Seperti kita ketahui bahwa di PHP, string dapat dituliskan dengan diapit oleh tanda kutip tunggal (‘) dan kutip ganda (“). Error program akan terjadi jika penyajian tanda kutip yang tidak tepat, misalnya tidak ditutup (kurang kutip) atau kelebihan kutip.

Berikut ini beberapa contoh program PHP yang error karena permasalahan tanda kutip:

  1. <?php
  2. $nim = "0411500400;
  3. $nama = 'Chotimatul Musyarofah';
  4. echo "NIM : " . $nim . "<br>";
  5. echo "Nama : $nama";
  6. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected T_STRING in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error2.1.php on line 4

Perhatikan contoh program 2.1 di atas. Pesan kesalahan menunjuk pada baris ke-4, tetapi penyebab kesalahan justru ada di baris ke-2. Hal tersebut terjadi karena pada baris ke-2 terdapat string yang dibuka dengan kutip ganda (“) namun tidak ada penutup atau pasangannya. Pada proses kompilasi, PHP akan memeriksa sintaks program secara berurutan. Saat ditemukan tanda kutip, maka program akan menganggap teks berikutnya sebagai sebuah string hingga ketemu pasangannya. Seperti pada contoh program 2.1 di atas, program tidak menemukan pasangan dari kutip ganda (“) yang ada di baris kedua pada baris yang sama, namun justru ditemukan kutip ganda (“) pada baris ke-4. Kutip ganda pada baris keempat dianggap sebagai pasangan (penutup) kutip ganda pada baris kedua. Setelah ditemukan penutup dari kutip tersebut, maka program akan menganggap bahwa penyajian string (statement) sudah lengkap dan harus ditutup dengan titik-koma atau operator penggabungan string. Ternyata program tidak menemukan penutup statement setelahnya, sehingga terjadilah error di baris ke-4.

Untuk mengatasi error pada program 2.1 di atas tentunya cukup dengan menambahkan kutip ganda sebelum titik-koma pada baris kedua. Menemukan letak kesalahan yang berkaitan dengan tanda kutip memang terkadang agak sulit dilakukan, terutama pada program yang cukup panjang. Letak kesalahan seringkali berada pada baris yang sama sekali berbeda dengan petunjuk pada pesan kesalahannya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap penanganan string menjadi cukup penting dan sangat membantu kita dalam menemukan letak kesalahan dengan cepat. Jika perlu, pelajari kembali buku gratis Pemrograman Web dengan PHP & MySQL terutama Bab 6 mengenai String dan Tanggal. Selain itu, penggunaan editor program yang baik dan sesuai juga sangat membantu menemukan kesalahan dengan cepat, karena pada umumnya editor memiliki pewarnaan yang berbeda antara string, nama variabel maupun perintah bawaan PHP. Sebagai contoh, bandingkan contoh program 1.7 dan 2.1 di atas. Perintah echo pada program 1.7 semuanya berwarna kuning, namun perintah echo pada program 2.1 berwarna biru. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada program 2.1 pasti terjadi kesalahan.

  1. <?php
  2. $nim = "0411500400";
  3. $nama = 'Chotimatul Musyarofah;
  4. echo "NIM : " . $nim . "<br>";
  5. echo "Nama : $nama";
  6. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected T_ENCAPSED_AND_WHITESPACE in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error2.2.php on line 3

Penyebab error pada program 2.2 di atas sudah cukup jelas, yaitu kurangnya pasangan tanda kutip tunggal ( ‘ ) pada baris ketiga. Sama seperti error pada program sebelumnya, kita juga dapat menganalisa kesalahan program dengan memperhatikan warna source code yang ditampilkan oleh editor.

  1. <?php
  2. $nim = 0411500400";
  3. $nama = 'Chotimatul Musyarofah';
  4. echo "NIM : " . $nim . "<br>";
  5. echo "Nama : $nama";
  6. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected '"' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error2.3.php on line 2

Perhatikan baris kedua program 2.3 di atas. Terlihat bahwa nilai dari variabel $nim bertipe string, sehingga harus diapit dengan tanda kutip. Inisialisasi variabel $nim tidak diawali dengan tanda kutip ganda ( “ ) sehingga menyebabkan error program.

3. Kurang Operator Penggabungan String

Seperti kita ketahui bahwa suatu string dapat digabungkan dengan variabel atau string lainnya menggunakan operator penggabungan titik ( . ). Error akan ditampilkan jika pada penggabungan string yang tidak menggunakan operator tersebut. Berikut ini contoh program PHP yang error dalam hal penggabungan string.

  1. <?php
  2. $nim = "0411500400";
  3. $nama = 'Chotimatul Musyarofah';
  4. echo "NIM : " $nim . "<br>";
  5. echo "Nama : $nama";
  6. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected T_VARIABLE, expecting ',' or ';' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error3.1.php on line 4

Perhatikan baris keempat program 3.1 di atas. Antara string “NIM : “ dan variabel $nim seharusnya terdapat operator penggabungan titik ( . ), seperti pada penggabungan $nim dan string “<br>”. Selain dengan menggunakan operator penggabungan, string dan variabel juga dapat digabungkan dengan memasukkan nama variabel ke dalam string yang diapit dengan kutip ganda, seperti pada contoh baris ke-5 program 3.1 di atas.

4. Kurang atau Kelebihan Kurung Kurawal

Pada bahasa pemrograman PHP, kurung kurawal, baik { maupun }, digunakan untuk mengelompokkan suatu blok perintah tertentu, seperti pada struktur kondisi IF-ELSE, perulangan WHILE, pendefinisian fungsi, dan sebagainya. Penanganan error program yang berkaitan dengan kelengkapan kurung kurawal terkadang sedikit sulit dilakukan, terutama jika program sudah cukup kompleks dan gaya penulisan program (coding style) tidak baik dan teratur. Kerapihan dalam penulisan program sangat berguna bagi programmer dalam mengelola program di kemudian hari, maupun dalam melakukan penelusuran kesalahan (error).

Gaya penulisan program atau coding style memang setiap programmer memang berbeda, namun demikian biasakanlah untuk mengikuti coding style yang baik. Di antara coding style yang baik adalah konsistensi dalam penulisan nama variabel, fungsi dan class, penggunaan indentasi (indenting) untuk blok dengan level yang berbeda, penambahan keterangan atau komentar program dan sebagainya. Kita dapat mengikuti salah satu coding standard yang sudah ada dan banyak digunakan oleh programmer di seluruh dunia, seperti Zend Framework Coding Standard dan PEAR Coding Standard.

Beberapa contoh program berikut ini akan mempermudah pemahaman kita dalam menangani kesalahan program terkait kurung kurawal.

  1. <?php
  2. $day = date ("D");
  3. switch ($day) {
  4. case 'Sun' : $hari = "Minggu"; break;
  5. case 'Mon' : $hari = "Senin"; break;
  6. case 'Tue' : $hari = "Selasa"; break;
  7. case 'Wed' : $hari = "Rabu"; break;
  8. case 'Thu' : $hari = "Kamis"; break;
  9. case 'Fri' : $hari = "Jum'at"; break;
  10. case 'Sat' : $hari = "Sabtu"; break;
  11. default : $hari = "Kiamat";
  12.  
  13. echo "Hari ini hari <b>$hari</b>";
  14. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error4.1.php on line 15

Saat kita menemukan pesan kesalahan seperti di atas, terkadang kita bingung sendiri karena kesalahan justru menunjuk pada baris yang tidak ada perintah apapun yaitu baris ke-15. Error tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa penyebab error adalah kurangnya kurung kurawal penutup. Yang harus dilakukan adalah dengan memeriksa setiap blok dalam program dan pastikan bahwa setiap kurawal buka { memiliki pasangan }. Disinilah kerapihan penulisan program akan sangat membantu penelusuran. Pada contoh program 4.1 di atas letak kesalahannya ada di baris ke-12 dimana kurawal buka pada blok SWITCH-CASE belum memiliki pasangan (belum ditutup).

  1. <?php
  2. function cetak_ganjil ($awal, $akhir) {
  3. for ($i=$awal; $i<$akhir; $i++) {
  4. if ($i%2 == 1) {
  5. echo "$i ";
  6. }
  7. }
  8. }
  9. }
  10. //pemanggilan fungsi
  11. $a = 10;
  12. $b = 50;
  13. echo "<b>Bilangan ganjil dari $a sampai $b : </b><br>";
  14. cetak_ganjil($a, $b);
  15. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected '}' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error4.2.php on line 9

Berbeda dengan contoh program 4.1, pada contoh program 4.2 justru kelebihan kurung kurawal penutup sehingga ditampilkan error program seperti di atas. Pada pesan kesalahan ditunjukkan bahwa error berada pada baris ke-9, namun sebenarnya kelebihan kurawal berada di baris ke-8. Hapus kurawal } pada baris ke-8. Sekali lagi disini gaya penulisan program yang baik akan sangat membantu proses identifikasi kesalahan. Jika salah dalam menghapus kurung kurawal seringkali akan menimbulkan error yang lain, sehingga diperlukan ketelitian dan pengalaman dalam menangani error serupa.

5. Kesalahan Nama Variabel

Variabel merupakan tempat penyimpanan suatu nilai dalam program. Variabel terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu variabel bawaan (built-in) dari PHP dan variabel yang didefinisikan oleh programmer. Untuk jenis yang kedua, kita dapat mendefinisikan variabel sesuai kebutuhan, namun penamaannya harus mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan PHP. Beberapa aturan dasar antara lain harus diawali dengan tanda $ dan diikuti dengan huruf atau garis bawah ( _ ), tidak boleh diawali dengan angka, tidak boleh mengandung karakter khusus seperti spasi, tanda ‘$’ dan tanda ‘+’, dan seterusnya. Kesalahan dalam penamaan variabel dapat menyebabkan error program.

Berikut ini contoh error program yang disebabkan karena kesalahan penamaan variabel.

  1. <?php
  2. $nim = "0411500400";
  3. $nama = 'Chotimatul Musyarofah';
  4. $umur = 23;
  5. $3nilai = 82.25;
  6. $status = TRUE;
  7. echo "NIM : " . $nim . "<br>";
  8. echo "Nama : $nama<br>";
  9. print "Umur : " . $umur; print "<br>";
  10. printf ("Nilai : %.3f<br>", $nilai);
  11.  
  12. if ($status)
  13. echo "Status : Aktif";
  14. else
  15. echo "Status : Tidak Aktif";
  16. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:

Parse error: syntax error, unexpected T_LNUMBER, expecting T_VARIABLE or '$' in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error5.1.php on line 5

Pada baris ke-5 program 5.1 di atas terdapat pendefinisian variabel $3nilai. Nama variabel tersebut tidak diijinkan karena setelah tanda $ terdapat karakter angka. Seharusnya setelah tanda $ diikuti oleh huruf atau karakter garis-bawah ( _ ). Untuk memperbaiki program di atas, tentu dengan mengganti nama variabel sesuai dengan ketentuan penamaan variabel yang benar.

6. Variabel Belum Didefinisikan

Dalam hal penanganan variabel, PHP memang memiliki keleluasaan seperti variabel tidak perlu dideklarasikan. Kita dapat langsung mendefinisikan isi dari variabel tanpa perlu dipusingkan dengan deklarasi atau tipe data dari variabel. Tipe data akan ditentukan oleh PHP berdasarkan isi dari variabelnya. Namun demikian, kita tetap perlu memahami bahwa pada suatu kondisi, penggunaan variabel yang belum terdefinisikan sebelumnya dapat menyebabkan munculnya error program. Sebagai contoh dalam program 6.1 berikut ini.

  1. <?php
  2. for($i=1; $i<=10; $i++) {
  3. $total = $total + $i;
  4. }
  5. echo $total;
  6. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:

Notice: Undefined variable: total in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error6.1.php on line 3

Maksud dari program 6.1 di atas adalah ingin menghitung dan menampilkan total dari 10 bilangan bulat yang dimulai dari 1. Dengan demikian terdapat variabel $total yang akan diisikan hasil penjumlahan untuk setiap bilangan dari 1 hingga 10. Perhatikan baris ke-3 program dimana terdapat perintah $total = $total + $i;. Pesan kesalahan muncul karena pada saat perulangan baru dimulai ($i = 1) nilai awal dari $total yang ditambahkan dengan nilai $i belum terbentuk atau belum ada. Untuk mengatasi error tersebut, kita perlu mendefinisikan nilai awal dari $total sebelum perulangan untuk menghitung total. Karena $total pasti akan bernilai bilangan bulat, maka kita dapat memberi nilai awal $total dengan 0, sehingga perintah yang perlu ditambahkan adalah $total = 0.

7. Mengakses Index Array yang Tidak Ada

Seperti halnya variabel, dalam hal penanganan array, PHP juga tidak memerlukan pendeklarasian awal maupun penentuan jumlah elemen dari array. Akan tetapi, pengaksesan elemen array yang tidak ada atau belum terbentuk akan menyebabkan error seperti pada contoh program 7.1 berikut ini.

  1. <?php
  2. $arrBuah = array ("Mangga", "Apel", "Pisang", "Jeruk");
  3. echo $arrBuah[0]; //Mangga
  4. echo $arrBuah[4]; //Jeruk
  5. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:

Notice: Undefined offset: 4 in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error7.1.php on line 4

Pada program 7.1 diatas terdapat sebuah variabel array dengan nama $arrBuah yang didefinisikan berisi 4 elemen. Index dari elemen array secara default diawali dengan 0, sehingga elemen array tersebut dapat diakses dengan index 0, 1, 2 dan 3. Pesan kesalahan terjadi karena pada baris ke-4, program mengakses elemen dengan index 4, dimana index array tersebut tidak ada atau belum terbentuk. Jika ingin mengakses elemen terakhir dari $arrBuah tersebut, maka seharusnya menggunakan index 3.

8. Pembagian dengan Nol

Perhitungan matematika di dalam program seringkali diperlukan, misalnya dalam kaitannya dengan perhitungan gaji, perhitungan total pemesanan barang, dan sebagainya. Terkait dengan perhitungan matematis tersebut, kita perlu jeli dalam penerapannya, terutama jika berkaitan dengan pembagian. Dalam matematika, pembagian dengan bilangan 0 akan menghasilkan nilai yang tidak terdefinisi. Dalam program, pembagian dengan bilangan 0 akan menyebabkan adanya error “Division by zero”. Berikut ini contoh sederhananya:

  1. <?php
  2. $a = 10;
  3. $b = 0;
  4.  
  5. echo $a / $b;
  6. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:

Warning: Division by zero in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error8.1.php on line 5

Perhatikan program 8.1 di atas. Nilai variabel $a adalah 10, $b adalah 0. Pada baris ke-5 terdapat perintah untuk menampilkan hasil pembagian $a / $b, yang berarti 10 / 0. Tentu hal tersebut akan menyebabkan error seperti terlihat pada contoh di atas.

9. Memanggil Fungsi yang Belum Terdefinisi

Setiap fungsi, baik fungsi built-in maupun fungsi buatan, yang dipanggil dalam program PHP, harus sudah didefinisikan terlebih dahulu. Fungsi built-in sudah didefinisikan oleh PHP sehingga tidak perlu didefinisikan lagi, contohnya fungsi strlen(), addslashes(), explode(), date() dan sebagainya. Sementara itu, fungsi buatan harus didefinisikan sendiri oleh programmer dan letak pendefinisian fungsi dapat diakses oleh bagian program yang memanggilnya. Pemanggilan fungsi yang belum terdefinisi atau kesalahan penulisan nama fungsi saat pemanggilan sering terjadi sehingga menyebabkan pesan kesalahan.

Pada contoh program berikut ini terdapat kesalahan penulisan fungsi addslashes() sehingga menyebabkan error “Call to undefined function”.

  1. <?php
  2. $str = "Is your name O'Reilly ?";
  3. $str2 = addlashes ($str);
  4. $str3 = stripslashes ($str2);
  5. echo "<b>String asli</b> : $str";
  6. echo "<br><b>addslashes()</b> : $str2";
  7. echo "<br><b>stripslashes()</b> : $str3";
  8. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:

Fatal error: Call to undefined function addlashes() in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error9.1.php on line 3

10. Menyertakan File (Include) yang Tidak Ada

Pada aplikasi berbasis PHP, menyertakan (include) file sudah biasa dilakukan. Misalnya pada saat program harus menyertakan library seperti Smarty, FPDF, JPGraph dan sebagainya. Untuk menyertakan file lain dalam PHP dapat menggunakan fungsi include(), include_once(), require() atau require_once(). Masing-masing memiliki perbedaan penggunaannya. Penyertaan file yang tidak benar, baik karena filenya tidak ada, path atau lokasi file yang salah maupun akses terhadap file tidak diijinkan, dapat menyebabkan error program. Contohnya pada program 10.1 berikut ini.

  1. <?php
  2. include "koneksi.php";
  3. echo "testing";
  4. ?>

Jika program di atas dijalankan maka akan ditampilkan pesan kesalahan sebagai berikut:

Warning: include(koneksi.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error10.1.php on line 2 Warning: include(): Failed opening 'koneksi.php' for inclusion (include_path='.:/usr/share/php:/usr/share/pear') in /home/achmatim/public_html/artikel_demo/error-php/error10.1.php on line 2

File koneksi.php yang disertakan dalam program 10.1 di atas tidak ada sehingga pesan kesalahan “failed to open stream” muncul. Dengan demikian, kita harus pastikan bahwa file yang kita include-kan benar-benar ada dan diakses dengan benar.

Demikianlah 10 Penyebab Error Program dalam PHP beserta 19 contoh programnya. Semoga dengan artikel ini, kita semua dapat lebih memahami bagaimana menangani pesan kesalahan atau error program yang terjadi dalam proses pembelajaran kita. Dan yang terpenting dalam proses pembelajaran PHP adalah konsistensi serta kesungguhan kita dalam mencoba sebanyak-banyaknya contoh program sehingga kemampuan PHP akan semakin meningkat.

Semoga tutorial ini bermanfaat untuk kita semua. Selamat hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2012. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Karya untuk Indonesia!

Download Tutorial dan Contoh Program

Referensi Terkait

Berbagi itu indah...Share on Facebook0Share on Google+3Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Digg this

62 comments

  1. ada lagi paaakkk… kurang teliti dengan syntak sql…. dan parameter sebelum syntak sql… kemaren saya nolong temen kyak gitu semua pak kesalahannya….

    yang $nmsiswa = “nama”
    dan syntak select na lupa pake value na… dan value na

    yang di tanda kutip tidak sesuai dengan nama yg di database, dan yang ada $ tidak sesuai dengan pemberian nama pada variable yg sudah mereka buat… terkadang mereka sulit membedakan mana yg harus na sama nama nya dengan yg di variable dan mana yg harusnya sama nama dengan yg di database… yg di select value na juga sama pak…..

    numpang share ….

  2. @Putri Alvionia, @chomars: Terima kasih atas tambahannya, memang betul bahwa kedua hal tersebut sering juga ditemui. Pada artikel di atas, saya lebih fokus ke error-error pada bagian php fundamental, belum sampe ke session dan database. mungkin suatu saat nanti perlu dibuat artikel lanjutannya. 🙂

  3. Kurang satu:
    Perbedaan case pada variabel.
    contoh:

    $Nama = “Fandi”;
    $alamat = “Suatu tempat”;



    … //puluhan baris kemudian
    echo “$nama tinggalnya di $alamat”;

  4. Untuk level Notice, rasanya itu tidak akan membuat program mati dan script PHP tetap akan dieksekusi sampai habis. Dan itupun bisa dimatikan dengan setting di php.ini, bisa dengan display_errors = off (seluruh error tidak akan ditampilkan), atau error_reporting = E_ALL & ~E_NOTICE (mematikan error notice).

    Mohon saran dan kritiknya.

  5. Pak achmat saya mau tanya, bagaimana memberikan jarak nomor di wp-synhighligh agar tidak terlalu dempet ke kiri. kalau punya bapak agak tab sedikit. itu bagaimana ya pak? terimakasih

  6. nice share pak 🙂
    mengenai error sebenarnya bisa kita liat sendiri dari compilernya, misalnya dengan menggunakan PHP command line, IDE (netbeans, PHPStorm, dll)

  7. Nah ni, program php lebih sulit ketimbang html dan banyak kode yang super rumit jadinya harus teliti kalau mau nulis satu persatu..
    terima kasih penjelasannya, bisa menambah wawasan saya

  8. terima kasih pak atas tutorial dan ebooknya sangat membantu sekali dalam mempelajarari php mysql bagi saya sebagai pemula.

  9. Pak, Saya punya masalah undefined variable sewaktu saya mau menjalankan input data . Semua variable dari form tersebut tidak terbaca variable nya . Sewaktu saya mau mencoba memakai tools insert pada dreamwaver, value dari text muncul tetapi value seperti combobox tanggal dan kode barang yang diambil dari tabel yang lain ex. echo'<select name=kodebrg… itu tidak terbaca value nya. Bagaimana mengatasinya pak? Terimakasih

      1. Pada saat web sedang loading tiba-tiba muncul “ajax error edit the path in jcart.js to fix” itu bagaimana cara mengatasi yaa..? Mohon pencerahanya jika berkenan. Terimakasih

  10. Alhamdulillah saya dapat cara pak. Saya buat lagi textbox yang dihidden untuk mendapat hasil dari echo tersebut. Masih banyak pak sebenernya yang harus saya benahi. Saya berterima kasih atas tutorial dari bapak yang sangat membantu saya dalam menyusun skripsi. Kalo boleh saya minta tutorial tentang format angka ribuan pak. Tetapi tanpa fungsi onsubmit atw onkeyup/down. Contoh saya ingin membuatnya di textbox yang saya panggil dr database melalui combobox. Di textbox tersebut saya ingin munculkan numberformatnya pak. Bagaimana caranya? Mohon pencerahannya.

  11. Maaf saya ingin menanyakan karena selalu salah
    pertanyaan 1:
    saya ingin menampilkan dengan menu list
    kolom 1 (menu list kode buku)
    kolom 2 (nama buku sesuai kode yang dipilih di kolom 1) berupa readonly sesuai kode
    kolom 3 (menu judul sesuai kode yang dipilih di kolom 1) berupa readonly sesuai kode
    pertanyaan 2 :
    kolom 1 input nominal contoh 10000 pada saat di tab keluar 10.000,00
    kolom 2 langsung keluar angka sepuluh ribu rupiah (readonly)sesuai kolom 1 nominal
    pertanyaan 3
    kolom 1 input gaji 1000000 pada saat di tab keluar 1.000.000,00
    kolom 2 input angsuran 100000 pada saat di tab keluar 100.000,00 (ada comment auto tertulis angsuran 10% dari gaji) jika angsuran 200.000,00 maka comment angsuran 20% dari gaji.
    kolom 3 otomatis keluar sisa gaji 900.000,00
    mohon bantuannya
    terima kasih
    nurany
    ynnrny@yahoo.com

  12. Klu website kita keluar tulisan kayak begini gmn bro? Laman mengatakan ” Ajax error: Edit the path in jcart.js to fix ” Kenapa dan solusinya bagaimana? Karena sering muncul error kayak begitu. Trims atas jawabannya.

  13. Cara memperbaiki kesalahan ini bagaimana : Parse error: syntax error, unexpected T_STRING in /home/lynasmed/public_html/index.php on line 1
    Terus cara mencari kodenya bagaimana, terima kasih!

  14. tambahan dari ane,
    untuk pemula yang baru belajar PHP sering mengalami error saat menggunakan session,
    contohnya cara pengetikan session yang “ketat”, dimana harus paling awal dan tidak boleh kelebihan karakter, terutama karakter spasi. yup kelebihan satu spasi saja bisa berakhir dengan error.
    contoh lainnya adalah saat mengetes script session ini.
    saat sudah menyimpan data ke dalam session , jangan lupa untuk unset atau session_destroy kalau tidak mau error saat mengulangi proses session

  15. permisi pak, untuk menangani Parse error: syntax error, unexpected T_IS_EQUAL, expecting ‘,’ or ‘)’ gimana ya? saya bingung, gak ada referensi yang udah selesai-in masalah ini. contohnya: http://prntscr.com/59z6cc . terima kasih atas bantuannya.

  16. pak, gimana ngatasi jika program php ditempat saya tidak error, tapi ditempat teman saya malah error,
    itu permasalahannya gimana pak?

  17. sore gan,,, mau tanya nih gan
    web saya gak bisa di buka dan munccul

    Parse error: syntax error, unexpected ‘more’ (T_STRING) in /home/obatgair/public_html/wp-content/themes/indostore4-1/functions.php on line 41

    web saya ini http://www.obatgairahsex.com
    mohon di bantu gan
    gimana cara benerinnya gan…

  18. Saya kembali berkunjung ke situs Anda Boss? kenalkan saya Noer Kholis bagian marketing dari DistributorSEO.co.id

  19. Terima Kasih Master….Sekarang saya bisa ngobrol dah ama PHP…biasanya cuma melongo aja ngeliatin erornya…hahaha 😀

  20. Misi gan, saya mau nanya, web saya ga bisa terbuka. Muncul tulisan configuration eror. Sy pemula, webnya juga sy pesan sama teman, hanya itu tmanku tdk aktif lagi nomornya. Minta tolong bgmn caranya spy web saya bisa terbuka la?

  21. Maaf Bang, saya mau nanya kenapa ya ketika saya klik tombol simpan di menu tata letak selalu terjadi kesalahan? tetapi pada menu edit html template ketika saya edit tidak bermasalah, dan anehnya ketika saya tambah widget, widget itu sudah tersimpan tapi ketika saya mau memindahkan widget itu misal dari sidebar ke foter terus saya simpan terjadi kesalahan, kira kira kesalahannya apa ya? mungkin pada template karena ketika saya ganti tenplate semuanya normal, mohon bantuannya. Terimakasih!

  22. pak, kalo error nya tidak ada pemberitahuan apapun, hanya tampilan blank yang ada di desktop, seperti proses menyimpan database itu kenapa ya?

  23. jika errornya seperti ini Parse error: syntax error, unexpected ‘>’ in /home/u145373856/public_html/index.php on line 110
    dan baris 110 ini seperti ini: echo ” Perlu akun indobok? Daftar disini\n”;
    apa yg harus di ubah atau di hapus mas

  24. private void initComponents() {

    buttonGroup1 = new javax.swing.ButtonGroup();
    buttonGroup2 = new javax.swing.ButtonGroup();
    jLabel1 = new javax.swing.JLabel();
    jLabel2 = new javax.swing.JLabel();
    jLabel3 = new javax.swing.JLabel();
    jLabel4 = new javax.swing.JLabel();
    jLabel5 = new javax.swing.JLabel();
    jLabel6 = new javax.swing.JLabel();
    jLabel7 = new javax.swing.JLabel();
    jLabel8 = new javax.swing.JLabel();
    jLabel9 = new javax.swing.JLabel();
    jLabel10 = new javax.swing.JLabel();
    jLabel11 = new javax.swing.JLabel();
    vnim = new javax.swing.JTextField();
    vnama = new javax.swing.JTextField();
    valamat = new javax.swing.JTextField();
    vjekel = new javax.swing.JComboBox();
    jRadioButton1 = new javax.swing.JRadioButton();
    jRadioButton2 = new javax.swing.JRadioButton();
    vtempatlahir = new javax.swing.JTextField();
    vsekolahasal = new javax.swing.JTextField();
    vjurusan = new javax.swing.JComboBox();
    vreguler = new javax.swing.JCheckBox();
    vnotelp = new javax.swing.JTextField();
    jRadioButton3 = new javax.swing.JRadioButton();
    jRadioButton4 = new javax.swing.JRadioButton();
    jRadioButton5 = new javax.swing.JRadioButton();
    jRadioButton6 = new javax.swing.JRadioButton();
    jButton1 = new javax.swing.JButton();
    jButton2 = new javax.swing.JButton();
    jButton3 = new javax.swing.JButton();
    jButton4 = new javax.swing.JButton();
    vnonreguler = new javax.swing.JCheckBox();
    jButton5 = new javax.swing.JButton();
    vtgl_lahir = new com.toedter.calendar.JDateChooser();

    setTitle(“ENTRI DATA MAHASISWA”);
    getContentPane().setLayout(new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteLayout());

    jLabel1.setFont(new java.awt.Font(“Verdana”, 1, 24));
    jLabel1.setText(“Data Mahasiswa”);
    getContentPane().add(jLabel1, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(210, 11, -1, -1));

    jLabel2.setFont(new java.awt.Font(“Kristen ITC”, 1, 12));
    jLabel2.setText(“Gol.Darah”);
    getContentPane().add(jLabel2, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(20, 340, -1, -1));

    jLabel3.setFont(new java.awt.Font(“Kristen ITC”, 1, 12));
    jLabel3.setText(“NIM”);
    getContentPane().add(jLabel3, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(20, 60, -1, -1));

    jLabel4.setFont(new java.awt.Font(“Kristen ITC”, 1, 12));
    jLabel4.setText(“Nama”);
    getContentPane().add(jLabel4, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(20, 90, -1, -1));

    jLabel5.setFont(new java.awt.Font(“Kristen ITC”, 1, 12));
    jLabel5.setText(“Alamat”);
    getContentPane().add(jLabel5, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(20, 120, -1, -1));

    jLabel6.setFont(new java.awt.Font(“Kristen ITC”, 1, 12));
    jLabel6.setText(“Jenis Kelamin”);
    getContentPane().add(jLabel6, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(20, 160, -1, -1));

    jLabel7.setFont(new java.awt.Font(“Kristen ITC”, 1, 12));
    jLabel7.setText(“Prodi”);
    getContentPane().add(jLabel7, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(20, 190, -1, -1));

    jLabel8.setFont(new java.awt.Font(“Kristen ITC”, 1, 12));
    jLabel8.setText(“Tempat/tgl lahir”);
    getContentPane().add(jLabel8, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(20, 220, -1, -1));

    jLabel9.setFont(new java.awt.Font(“Kristen ITC”, 1, 12));
    jLabel9.setText(“Sekolah Asal / Jurusan”);
    getContentPane().add(jLabel9, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(20, 250, -1, -1));

    jLabel10.setFont(new java.awt.Font(“Kristen ITC”, 1, 12));
    jLabel10.setText(“Kelas”);
    getContentPane().add(jLabel10, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(20, 280, -1, -1));

    jLabel11.setFont(new java.awt.Font(“Kristen ITC”, 1, 12));
    jLabel11.setText(“No.Telp”);
    getContentPane().add(jLabel11, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(20, 310, -1, -1));
    getContentPane().add(vnim, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(230, 50, 140, -1));
    getContentPane().add(vnama, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(230, 80, 170, -1));
    getContentPane().add(valamat, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(230, 110, 170, -1));

    vjekel.setModel(new javax.swing.DefaultComboBoxModel(new String[] { “–pilih–“, “laki-laki”, “perempuan” }));
    getContentPane().add(vjekel, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(230, 150, 110, -1));

    buttonGroup1.add(jRadioButton1);
    jRadioButton1.setText(“Teknik Informatika”);
    getContentPane().add(jRadioButton1, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(230, 180, -1, -1));

    buttonGroup1.add(jRadioButton2);
    jRadioButton2.setText(“Sistem Informasi”);
    getContentPane().add(jRadioButton2, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(370, 180, -1, -1));
    getContentPane().add(vtempatlahir, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(230, 210, 120, -1));
    getContentPane().add(vsekolahasal, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(230, 250, 150, -1));

    vjurusan.setModel(new javax.swing.DefaultComboBoxModel(new String[] { “pilih”, “IPA”, “IPS”, “TKJ”, “TGB”, “TITL”, “MM”, “LAINNYA” }));
    getContentPane().add(vjurusan, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(400, 250, 90, -1));

    vreguler.setText(“Reguler”);
    vreguler.addChangeListener(new javax.swing.event.ChangeListener() {
    public void stateChanged(javax.swing.event.ChangeEvent evt) {
    vregulerStateChanged(evt);
    }
    });
    getContentPane().add(vreguler, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(230, 280, -1, -1));
    getContentPane().add(vnotelp, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(230, 310, 150, -1));

    buttonGroup2.add(jRadioButton3);
    jRadioButton3.setText(“A”);
    getContentPane().add(jRadioButton3, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(220, 340, -1, -1));

    buttonGroup2.add(jRadioButton4);
    jRadioButton4.setText(“B”);
    getContentPane().add(jRadioButton4, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(280, 340, -1, -1));

    buttonGroup2.add(jRadioButton5);
    jRadioButton5.setText(“AB”);
    getContentPane().add(jRadioButton5, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(340, 340, -1, -1));

    buttonGroup2.add(jRadioButton6);
    jRadioButton6.setText(“O”);
    getContentPane().add(jRadioButton6, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(400, 340, -1, -1));

    jButton1.setText(“simpan”);
    jButton1.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
    public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
    jButton1ActionPerformed(evt);
    }
    });
    getContentPane().add(jButton1, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(90, 400, -1, -1));

    jButton2.setText(“cari”);
    jButton2.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
    public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
    jButton2ActionPerformed(evt);
    }
    });
    getContentPane().add(jButton2, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(180, 400, 60, -1));

    jButton3.setText(“hapus”);
    jButton3.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
    public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
    jButton3ActionPerformed(evt);
    }
    });
    getContentPane().add(jButton3, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(260, 400, 70, -1));

    jButton4.setText(“edit”);
    jButton4.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
    public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
    jButton4ActionPerformed(evt);
    }
    });
    getContentPane().add(jButton4, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(350, 400, 60, -1));

    vnonreguler.setText(“Non Reguler”);
    getContentPane().add(vnonreguler, new org.netbeans.lib.awtextra.AbsoluteConstraints(300, 280, -1, -1));

    jButton5.setText(“keluar”);
    jButton5.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
    public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
    jButton5ActionPerformed(evt);
    }
    error pada setiap huruf org

  25. terima kasih atas informasinya mas. berarti padda intinya jika salah on line 22 yang harus di perbaiki adalah di baris no 21 atau 23 ya mas ?

  26. terima kasih buat informasinya , sangat bermanfaat dan ini banyak terjadi pada pemula ( yg baru terjun ke PHP ), saat ini pakai .net

  27. Pak, saya membuat koneksi database tapi tidak berhasil/error. yang muncul seperti ini:

    Fatal error : Uncaught Error: Call to undefined function mysql_connect() in C:\xampp\htdocs\login\inc\connection. php:6 stack trace: #0 {main} thrown in C:\xampp\htdocs\inc\login\connection. php on line 6

  28. koneksi saya bermasalah pak, pada saat saya mencoba memanggil index.php muncul tulisan
    “Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_connect() in C:\xampp\htdocs\maneh\koneksi.php:2 Stack trace: #0 C:\xampp\htdocs\maneh\index.php(20): include() #1 {main} thrown in C:\xampp\htdocs\maneh\koneksi.php on line 2”
    ini harus diapakan? padahal ketika saya cek skrip koneksi saya tidak ada tulisan maupun titik koma yang salah atau tertinggal mohon bantuannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *