Materi Seminar: Become a Reliable Web Programmer

Materi seminar yang berjudul “Become a Reliable Web Programmer: menjadi programmer handal era kekinian” ini saya sampaikan pada rangkaian kegiatan Seminar di AMIK BSI Tangerang tanggal 17-18 April 2018. Dalam materi ini intinya disampaikan mengenai tools, teknologi dan bahasa pemrograman apa saja yang harus dipelajari untuk menjadi seorang web developer / web programmer, baik front-end developer, back-end developer maupun full-stack developer. Dalam seminar saya juga berbagi pengalaman dalam “kehidupan seorang programmer”, yang dibagi menjadi 3 fase yaitu fase belajar (membangun kemampuan diri), fase bekerja (membangun pengalaman), dan fase berbagi (membangun jejaring).

Anda dapat melihat maupun mengunduh presentasi ini, gratis. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Unduh Materi

Beberapa foto kegiatan:

Materi Seminar: Modern PHP Developer

Suatu kehormatan bisa manggung bareng para sesepuh dan “dewa” di dunia PHP. Ada mas Luri Darmawan, mas Cahyo Sasongko dan tak lupa pimpinan komunitas PHP Indonesia, Petter Jack Kambey. Kesempatan tersebut terjadi saat penyelenggaraan Seminar dengan tema Platform As A Service di Hotel Ungaran Cantik, Semarang. Seminar terlaksana atas kerjasama PHP Indonesia, CloudKilat dan juga DOES University-nya Erix Soekamti.

Pada kesempatan seminar yang diikuti peserta baik dari kalangan mahasiswa, pengguna maupun praktisi PHP dari Semarang dan sekitarnya, saya didaulat untuk menyampaikan materi terkait dunia pengembang PHP. Materi saya berikan judul “Modern PHP Developer”, dimana saya bercerita mengenai bagaimana mengawali dan menekuni dunia pengembang PHP dengan memanfaatkan berbagai teknologi terkini. Singkatnya bagaimana menjadi pengembang PHP kekinian.

Read More

Materi Seminar PHP: From Newbie to Master

Berikut ini adalah materi seminar yang saya sampaikan dalam rangkaian Seminar PHP: From Newbie to Master yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 4 Juni 2016 di Universitas Budi Luhur, Jakarta. Seminar merupakan kerjasama Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur dengan Jake Indonesia dan PHP Indonesia. Dalam seminar tersebut, saya menyampaikan materi mengenai bagaimana menjadi PHP Developer, terutama bagi pemula. Apa yang harus dipelajari, bagaimana mengawali dan mengembangkan diri.

Read More

Format Mata Uang Rupiah dalam PHP dan Javascript

Dalam pembangunan dan pengembangan aplikasi berbasis web, kenyamanan pengguna merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Walaupun banyak juga yang mengabaikannya. Sesuatu yang kecil seperti pemilihan warna, pengaturan posisi atau layout, penyajian gambar, pemilihan jenis tulisan, penyajian tabel dan sebagainya, jika tidak dilakukan dengan benar dapat mengganggu kenyamanan pengguna aplikasi, yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat kepuasan pengguna terhadap aplikasi.

format-angka-3

Termasuk diantara hal kecil yang cukup penting namun kadang diabaikan oleh programmer adalah penyajian angka mata uang. Sebagai contoh, angka 1 juta rupiah ditampilkan dengan 1000000 akan lebih sulit dibaca dibandingkan jika ditampilkan dengan 1.000.000 (dengan pemisah ribuan). Demikian juga dalam hal inputan angka rupiah. Tentunya pengguna akan merasa lebih nyaman jika pada saat menginput angka rupiah di suatu textbox langsung ditambahkan pemisah ribuan pada angka yang dimasukkan.

Read More

Manipulasi Combobox dan Textbox dengan Ajax-JQuery

Sebenarnya saya sudah pernah menulis tutorial terkait manipulasi Combobox dengan Ajax dan JQuery di awal tahun 2013. Pada tutorial tersebut, sudah dijelaskan secara rinci beserta contohnya, bagaimana membuat ComboBox secara dinamis berdasarkan isi dari ComboBox lainnya. Namun demikian, ternyata masih banyak yang menanyakan bagaimana jika kita ingin menampilkan datanya bukan dalam bentuk ComboBox, tapi TextBox. Ya sebenarnya caranya sama saja, tinggal ganti obyeknya. Tapi sepertinya tutorial ini harus dibuat, agar menjadi lebih jelas, sekaligus memperkaya contoh. Semoga tutorial manipulasi ComboBox dan TextBox dengan Ajax-JQuery ini bermanfaat.

Read More

Contoh Program PHP untuk Kompresi (ZIP) File

Sampai saat ini saya masih menganggap bahwa PHP merupakan salah satu pemrograman yang luar biasa. Memiliki banyak fungsi dan library serta didukung oleh begitu banyak kontributor dari seluruh dunia. Salah satu fungsionalitas yang tersedia di php adalah kompresi file atau zip file. Apakah sulit membuatnya? Ternyata tidak. Karena semua sudah disediakan dengan sangat baik oleh PHP.

Simak Contoh Program PHP untuk Kompresi (ZIP) File di bawah ini.

Class Library PHP ZipArchive

Untuk keperluan kompresi (ZIP) file dengan PHP, library yang diperlukan adalah PHP ZipArchive. Library ini berupa class, sudah disediakan oleh PHP mulai versi 5.2. Penjelasan dan spesifikasi lengkap dapat ditemukan di PHP Manual bagian ZipArchive. Class ini memiliki kemampuan yang cukup lengkap, mulai dari kompresi file tunggal atau banyak, baca isi file terkompresi (zip), ekstraksi file terkompresi (zip), hingga mengatur password pada file terkompresi (zip).

Contoh Program PHP untuk Kompresi (ZIP) File

Pada contoh program ini, kita akan membuat form sederhana yang akan mengupload suatu file. Selanjutnya dengan PHP, kita akan mengkompresi file tersebut dan menyimpannya di file terkompresi “data.zip”. Pada contoh program ini kita hanya akan mengkompresi file tunggal. Walaupun demikian, pada dasarnya untuk mengkompresi beberapa file sekaligus, sama mudahnya.

[codesyntax lang=”php”]

<html>
	<head><title>Kompresi File di PHP</title></head>
	<body>
		<h1>Kompresi File di PHP</h1>
		<form action="" method="post" enctype="multipart/form-data">
		<input type="file" name="file" placeholder="Pilih File"/>
		<input type="submit" name="Submit" value="Upload dan Kompresi"/>
		</form>
		<?php
		if(isset($_POST['Submit'])) {
			$namafile = $_FILES['file']['name'];
			$dir = dirname(__FILE__);
			if (is_uploaded_file($_FILES['file']['tmp_name'])) {
				$cp = move_uploaded_file ($_FILES['file']['tmp_name'], $dir."/".$namafile);
				if ($cp) {
					//kompresi
					$zip = new ZipArchive();
					$file_terkompresi = "data.zip";
					if ($zip->open($file_terkompresi, ZipArchive::CREATE)!==TRUE) {
						die("cannot open create zip file\n");
					}
					$zip->addFile($dir."/".$namafile, $namafile);
					$zip->close();
					echo "<h2>File berhasil diupload dan dikompresi.</h2>";
					echo sprintf("File asal <strong>%s</strong> ( %s bite(s) )", 
						$_FILES['file']['name'], filesize($dir."/".$namafile));
					echo sprintf("<br/>File terkompresi <a href='%s'><strong>%s</strong></a> ( %s bite(s) )", 
						$file_terkompresi, $file_terkompresi, filesize($dir."/".$file_terkompresi));
				}
			} else {
				die("Gagal upload");
			}
		}
		?>
	</body>
</html>

[/codesyntax]

Penjelasan Contoh Program

  • Baris 5-8 : Form inputan untuk upload file.
  • Baris 12 : Menentukan lokasi penyimpanan file.
  • Baris 13-14 : Proses upload file. Silahkan baca buku gratis Pemrograman Web dengan PHP & MySQL untuk lebih jelasnya, terutama Bab 7.
  • Baris 17: Memanggil dan membentuk obyek class ZipArchive.
  • Baris 18: Menentukan nama file terkompresi.
  • Baris 19-21: Membuka file terkompresi, jika belum ada makan otomatis akan dibuat baru. Kita menggunakan Pre-defined variable ZipArchive::CREATE.
  • Baris 22: Menambahkan file yang diupload ke file ZIP.
  • Baris 23: Menutup proses / file terkompresi.
  • Baris 24-28: Menampilkan pesan bahwa file berhasil dikompresi.

Berikut ini contoh tampilan dari program di atas.

contoh-program-php-kompresi-zip

Demikian contoh program php untuk kompresi (zip) file dengan PHP. Semoga bermanfaat.

Baca juga beberapa contoh program php lainnya

PHP FPDF: Bagaimana Melindungi File PDF ?

Ada kalanya kita menginginkan suatu file PDF yang digenerate on-the-fly oleh PHP dapat terlindungi dari perubahan oleh pengguna. Di halaman lain mungkin kita menginginkan agar file PDF hanya bisa dicetak tanpa boleh diedit. Dan pada kebutuhan lainnya, kita ingin menambahkan password di file PDF sehingga pengguna yang tidak berhak (tidak mengetahui passwordnya) tidak dapat membukanya. Nah, pada tutorial kali ini akan disampaikan bagaimana melindungi file PDF yang dihasilkan menggunakan library FPDF. Sebelum memulai tutorial, bagi yang belum mengenal library FPDF, ada baiknya mempelajari tutorial saya sebelumnya mengenai bagaimana membuat file PDF dengan FPDF.

Read More

11 Library Gratis untuk Membuat Grafik Berbasis Web

Dalam pembuatan sistem atau aplikasi berbasis web, seringkali diperlukan penyajian data dan laporan dalam bentuk grafik, selain dalam bentuk tabel atau tabular. Penyajian data dalam bentuk grafik memiliki keuntungan antara lain bentuknya yang lebih menarik serta dapat dipahami makna keseluruhan data dengan lebih cepat. Bentuk grafik juga lebih ringkas dibandingkan penyajian data dalam bentuk tabel.

Dalam kaitannya dengan penyajian data dalam bentuk grafik, PHP memiliki kemampuan cukup bagus dalam penanganan dan pembuatan grafik yang dapat disajikan secara langsung di browser (on-the-fly). Kita dapat membuat grafik dengan memanfaatkan fungsi-fungsi penanganan grafik yang disediakan oleh PHP, atau menggunakan berbagai library siap pakai yang dibuat khusus untuk menampilkan data dalam bentuk grafik. Tentunya penggunaan library akan lebih cepat dalam pembuatan aplikasi, karena cukup menguasai bagaimana menggunakan library tersebut.

Saat ini tersedia cukup banyak library PHP yang dibuat untuk menampilkan data dalam bentuk grafik. Beberapa library PHP tersebut sebagai berikut.

Read More

PHP: Perbedaan Fungsi include(), require(), include_once() dan require_once()

PHP memiliki kemampuan untuk menyertakan file php lainnya ke dalam suatu program PHP. Tentunya kemampuan ini sangat berguna bagi programmer karena tidak perlu menuliskan suatu perintah yang diperlukan di setiap file berulang kali, cukup ditulis di satu file dan disertakan di file yang memerlukannya. Contoh bagian dari program PHP yang biasanya dituliskan di file terpisah dan disertakan di file-file lainnya adalah potongan program untuk melakukan koneksi ke database. Kita tentu sudah memahami bahwa koneksi ke database harus dilakukan terlebih dahulu sebelum kita berurusan dengan data yang disimpan di database.

Terkait dengan hal tersebut, PHP memiliki beberapa fungsi untuk menyertakan suatu file yaitu include(), require(), include_once() dan require_once(). Lalu apa perbedaan antara keempat fungsi tersebut? Dan sebaiknya kita menggunakan fungsi yang mana? Dalam tutorial singkat ini akan dijelaskan mengenai maksud dan perbedaan dari fungsi-fungsi tersebut serta kapan kita harus menggunakannya.

Perbedaan Fungsi include() dan require()

Terkait dengan fungsi include(), manual PHP menyatakan bahwa “The include statement includes and evaluates the specified file”. Artinya fungsi include() akan menyertakan dan mengevaluasi seluruh program yang ada di file yang disertakan. Jika terdapat error pada program yang disertakan, maka error akan ditampilkan di layar. Dan jika file yang disertakan ternyata tidak ditemukan (mungkin karena lokasi yang salah atau memang file tidak ada), maka program selanjutnya (setelah include) akan tetap dijalankan walaupun ditampilkan error.

Perhatikan contoh program koneksi.php sederhana berikut ini.

[codesyntax lang=”php”]

<?php
mysql_connect("localhost", "root", "")
mysql_select_db("demo");
?>

[/codesyntax]

 

Dan berikut ini program test.php yang akan menyertakan file koneksi.php di atas menggunakan fungsi include()

[codesyntax lang=”php”]

<?php
include "conn/koneksi.php";
echo "Program setelah koneksi";
?>

[/codesyntax]

Jika program test.php di atas dijalankan dan file koneksi.php berjalan dengan baik dan tidak ada error maka akan ditampilkan text “Program setelah koneksi” tanpa adanya error. Namun jika pada file koneksi.php ternyata tidak ditemukan, maka tulisan “Program setelah koneksi” tetap ditampilkan walaupun disertai error yang disebabkan karena file koneksi.php tidak ditemukan. Berikut ini contoh tampilannya.

include-1

Perintah require() pada dasarnya sama dengan perintah include(). Perbedaannya hanya terletak pada saat file yang disertakan tidak ditemukan, maka perintah-perintah selanjutnya tidak akan dijalankan. Perhatikan program test.php di atas. Jika perintah include pada baris ke-2 diganti dengan perintah “require” dan program koneksi.php tidak ditemukan, maka teks “Program setelah koneksi” tidak akan ditampilkan, melainkan hanya menampilkan error. Berikut ini contoh tampilannya.

include-2

Perbedaan Antara *_once dan Tanpa “once”

Lalu bagaimana perbedaan antara include() dengan include_once() serta require() dan require_once() ? Penambahan akhiran _once baik pada include maupun require akan memastikan bahwa file yang disertakan hanya dieksekusi sekali saja, walaupun file disertakan beberapa kali. Sebaliknya tanpa akhiran _once penyertaan file yang sama beberapa kali mungkin akan menyebabkan error.

Untuk lebih jelasnya perhatikan kedua program berikut ini.
[codesyntax lang=”php”]

<?php
class Foo {
	var $bar = 10;
	function getBar() {
		return $bar;
	}
}
?>

[/codesyntax]

 

Contoh program test2.php yang menyertakan file foo.class.php  di atas sebanyak dua kali.
[codesyntax lang=”php”]

<?php
require "foo.class.php";
require "foo.class.php";
echo "Program setelah pemanggilan";
?>

[/codesyntax]

 

Pada saat program test2.php di atas dicoba, maka akan terjadi error akibat penyertaan file foo.class.php sebanyak dua kali, sehingga dianggap bahwa pendefinisian class Foo terjadi dua kali. Mendefinisikan suatu class dengan nama yang sama lebih dari satu kali akan mengakibatkan error. Berikut ini tampilan errornya.

include-3

Nah, untuk menghindari error di atas, kita dapat menambahkan akhiran once di fungsi include maupun require sehingga program hanya akan mengeksekusi penyertaan file sebanyak sekali. Silahkan ganti fungsi require pada baris 2 dan 3 program test2.php di atas dengan fungsi require_once dan cobalah kembali program test2.php. Tidak akan terjadi error.

Kesimpulan: Lalu Fungsi Mana yang Harus Digunakan?

Tentu kuncinya, gunakan sesuai kebutuhan. Saat kita akan menyertakan file yang memang harus dipastikan bahwa program pada file tersebut harus berjalan dengan baik sebelum bagian program yang lainnya, ya gunakanlah fungsi require. Contohnya adalah dalam menyertakan file berisi koneksi ke database atau file konfigurasi situs. Sebaliknya, saat file yang disertakan tidak mempengaruhi jalannya program yang lainnya, kita bisa menggunakan fungsi include. Sementara itu, penggunaan include_once atau require_once lebih disarankan untuk memastikan bahwa file yang disertakan tidak dieksekusi lebih dari sekali.

Semoga tutorial ini bermanfaat untuk kita semua dan berbagilah hal baik ke sebanyak-banyaknya orang maka kebahagiaan akan menghampiri Anda. Satu Karya untuk Indonesia!

Referensi

  1. Buku Gratis Pemrograman Web dengan PHP & MySQL. http://achmatim.net/buku-gratis/pemrograman-web-dengan-php-dan-mysql/
  2. PHP Manual: require. http://www.php.net/manual/en/function.require.php
  3. PHP Manual: include. http://www.php.net/manual/en/function.include.php
  4. PHP Manual: require_once. http://www.php.net/manual/en/function.require-once.php
  5. PHP Manual: include_once. http://www.php.net/manual/en/function.include-once.php

JQuery Multiple-Select Combobox untuk Tampilan Combobox yang Lebih Baik

Combobox atau Selecbox merupakan salah satu komponen penting dari form inputan. Melalui jenis inputan ini, normalnya pengguna dapat memilih satu pilihan yang ditampilkan dalam bentuk drop-down. Namun dengan menambahkan atribut multiple, maka pengguna juga dapat memilih lebih dari satu pilihan sekaligus. Pada jenis combobox dengan pilihan tunggal memang pengguna rata-rata cukup nyaman dengan bentuk dasarnya, namun pada bentuk jamak (multiple-select combobox), pengguna seringkali tidak terlalu nyaman karena dalam memilih beberapa pilihan sekaligus harus menekan tombol Ctrl. Sedangkan tidak semua pengguna memahami hal tersebut.

Read More