Materi Training HTML5, CSS3, JQuery dan Responsive Design

Minggu lalu atau lebih tepatnya pada hari Senin-Jumat, 1-4 Juli 2014, saya diminta untuk menjadi narasumber dalam salah satu Training atau Pelatihan di MRA Printed Media, perusahaan dibalik beberapa brand majalah ternama. Training yang mengambil tema “Digital Activation and Development” bertujuan untuk mengenalkan beberapa teknologi terkini di bidang web design kepada staff IT baik web designer maupun web developer. Lebih spesifik lagi tujuan dari training adalah agar para pengembang web di MRA Printed Media dapat mengembangkan berbagai website perusahaan secara lebih baik dan bersifat responsive terhadap perangkat yang digunakan oleh pengunjung.

Materi yang disampaikan dalam training ini ada 4 (empat) yaitu Fundamental HTML5, Fundamental CSS3, Fundamental jQuery dan Responsive Design. Keempat materi yang saya sampaikan akan saya share di bawah ini. Semoga materi training HTML5, CSS3, jQuery dan Responsive Design ini bermanfaat untuk kita semua.

Read More

4 Tools Komputasi Pengolahan Citra Digital

Saat ini, pengolahan citra digital merupakan salah satu bidang ilmu komputer yang sedang berkembang dengan pesat. Secara umum pengolahan citra digital dapat diartikan sebagai proses memanipulasi citra digital menggunakan bantuan perangkat komputer untuk keperluan tertentu. Pengolahan citra digital memiliki manfaat yang cukup luas dalam bidang sehari-hari, seperti dalam hal robotika, computer vision, pengenalan pola dan penginderaan jarak jauh.

Matlab merupakan salah satu perangkat lunak komersial yang sudah tidak asing lagi di dunia komputasi numerik di bidang ilmu matematika, teknik, statistik maupun bidang sains lainnya termasuk bidang pengolahan citra digital. Namun sebenarnya disamping Matlab, saat ini berkembang beberapa perangkat lunak yang cukup handal untuk keperluan komputasi dan berlisensi terbuka. Contohnya adalah Scilab yang dikembangkan oleh INRIA memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan Matlab. Beberapa tools lainnya akan dijelaskan secara singkat dalam artikel ini.

1. Matlab

matlabMatlab merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi dengan kemampuan yang sangat baik untuk menyelesaikan suatu komputasi numerik baik sederhana maupun kompleks. Matlab memiliki kemampuan mengintegrasikan komputasi, visualisasi, dan pemrograman. Oleh karenanya, matlab banyak digunakan dalam bidang riset‐riset yang memerlukan komputasi numerik yang kompleks. Penggunaan Matlab meliputi bidang–bidang:

  • Matematika dan Komputasi
  • Pembentukan Algoritma
  • Akuisisi Data
  • Pemodelan, simulasi, dan pembuatan prototype
  • Analisa data, explorasi, dan visualisasi
  • ƒGrafik Keilmuan dan bidang Rekayasa
  • Pengolahan Citra Digital

Matlab sendiri merupakan kepanjangan dari Matrix Laboratory. Sesuai dengan namanya, struktur data yang terdapat dalam Matlab menggunakan matriks atau array berdimensi dua (double). Oleh karenanya penguasaan teori matriks mutlak diperlukan bagi pengguna pemula Matlab agar mudah dalam mempelajari dan memahami operasi‐operasi yang ada di Matlab.

Menurut website resminya, www.mathworks.com, Matlab pertama kali dikembangkan oleh Cleve Moler, seorang analis numerik di jurusan Ilmu Komputer Universitas New Mexico. Matlab memiliki lisensi tertutup dan merupakan aplikasi berbayar. Kemampuannya sudah tidak diragukan lagi karena sangat lengkap, dengan berbagai dukungan fitur (dikenal dengan toolbox), seperti toolbox Computer Vision, Image and Video Processing, Fuzzy Algorithm hingga toolbox untuk mengendalikan berbagai perangkat. Selain itu, Matlab juga didukung dengan kemampuan untuk membuat model dan simulasi yang dikenal dengan Simulink. Menggunakan Matlab versi terkini kita juga dapat mengeksport code yang dibuat ke dalam bahasa pemrograman lain seperti Java dan C++ serta dapat ditanamkan langsung ke dalam chip tertentu.

2. Scilab

Scilab merupakan perangkat lunak berlisensi terbuka yang dapat digunakan untuk keperluan proses komputasi numerik. Selain berlisensi terbuka (open source), Scilab juga dapat dijalankan di berbagai sistem operasi (cross-platform). Perintah-perintah yang digunakan juga mudah dipahami dan menggunakan istilah yang umumnya digunakan di bidang komputasi numerik dan teknik. Website resmi Scilab, www.scilab.org mengklaim bahwa sebagian besar perintah dan fitur-fitur yang ada di Scilab dikembangkan berdasarkan perintah dan fitur yang tersedia di Matlab. Bahkan Scilab menyediakan fitur code translator yang dapat mengkonversi code yang sudah dibuat di Matlab menjadi code yang dapat dijalankan di Scilab.

scilab_logo

Scilab pertama kali dikembangkan oleh INRIA, French National Research Institution di tahun 1990. Menurut website resminya, Scilab memiliki beberapa fitur utama antara lain ribuan fungsi matematika, bahasa pemrograman tingkat tinggi, visualisasi 2-D dan 3-D, komputasi numerik, analisis data, serta dapat berinteraksi dengan bahasa Fortran, C, C++ dan Java. Scilab dapat diunduh secara gratis di alamat www.scilab.org/products/scilab/download dan dapat dipasang di komputer dengan sistem operasi Windows, Linux maupun Mac OS.

Selain fungsi dasar untuk komputasi numerik, kita juga dapat menambahkan modul-modul tambahan sesuai kebutuhan kita. Penambahan modul juga dapat dilakukan dengan mudah karena sudah disediakan fitur pengelolaan modul yang disebut ATOMS (AuTomatic mOdules Management for Scilab). Beberapa modul bawaan Scilab dapat dilihat dari menu “Application > module manager – ATOMS” seperti terlihat pada gambar berikut ini. Modul-modul tersebut secara default belum terinstall, namun untuk menginstall-nya mudah sekali, cukup memilih modul yang ingin diinstall dan klik tombol “Install”. Secara otomatis, Scilab akan mengunduh modul-modul yang diinginkan dan menginstallnya. Tutup dan buka kembali aplikasi Scilab dan modul tersebut akan di-load secara otomatis dan siap digunakan. Modul tersebut juga dapat diunduh melalui http://atoms.scilab.org/.

atoms

3. GNU Octave

octaveOctave merupakan perangkat lunak berlisensi terbuka (GNU) yang sangat bermanfaat untuk menyelesaikan berbagai masalah komputasi numerik. Perangkat lunak ini menawarkan kemudahan dan kesederhanaan dalam menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan vektor dan matriks. Octave pertama kali dibangun oleh John W. Eaton dan diberi nama berdasarkan nama seorang profesor di bidang reaksi kimia dari Oregon State University yang bernama Octave Levenspiel.

Octave ditulis menggunakan bahasa pemrograman C++ dan dapat didownload secara gratis di situs www.octave.org atau dari situs http://sourceforge.net/projects/octave. Octave dapat berjalan dengan baik di sistem operasi berbasis Windows, Linux maupun Mac OS. Hal yang menarik dari perangkat komputasi Octave ini adalah perintah-perintahnya dibuat semirip mungkin dengan perintah Matlab. Bahkan ada yang menyatakan bahwa saat code yang kita buat di Matlab akan dapat dijalankan di Octave. Sebaliknya, kekurangan dari Octave adalah GUI belum tersedia dengan baik sehingga setiap code harus diketikkan di command line. Selain itu, modul tambahan untuk keperluan khusus seperti pengolahan citra digital, penerapan algoritma Fuzzy, pengolahan video dan analisis statistik, tersedia secara terpisah dan harus diunduh dan dipasang sendiri. Artinya, agak repot dari sisi pengelolaan modul. Namun demikian, karena Octave berlisensi terbuka, tidak menutup kemungkinan aplikasi ini akan berkembang di masa mendatang. Modul tambahan dari octave dapat ditemukan di laman http://octave.sourceforge.net/packages.php.

4. FreeMat

FreeMat merupakan perangkat lunak komputasi numerik yang dirancang agar kompatibel dengan aplikasi lainnya seperti Matlab dan Octave. FreeMat dapat digunakan dengan baik pada sistem operasi Windows, Linux maupun Mac OS. Samit Basu, pengembang aplikasi FreeMat, berharap dapat merancang aplikasi komputasi numerik yang ramah dengan Matlab.

Pada website resminya, www.freemat.org dinyatakan bahwa beberapa fitur unggulan FreeMat meliputi dekomposisi nilai tunggal dan eigen, visualisasi grafik 2D/3D, pemrosesan paralel dengan MPI, pengelolaan grafik dan citra, fungsi pointer dan sebagainya. FreeMat dapat diunduh secara gratis di situs www.freemat.org atau http://sourceforge.net/projects/freemat.

Perbandingan Matlab, Scilab, Octave dan FreeMat

Memang agak susah jika harus membandingkan antara Matlab, Scilab, Octave dan FreeMat, mana yang lebih baik diantara yang lainnya. Namun demikian, berdasarkan studi yang berjudul “A Comparative Evaluation of Matlab, Octave, Freemat, and Scilab for Research and Teaching” oleh Neeraj Sharma dan Matthias K. Gobbert dari University of Maryland serta paper berjudul “A Comparative Evaluation of Matlab, Octave, FreeMat, and Scilab on Tara” yang ditulis oleh Matthew W. Brewster dan Matthias K. Gobbert terdapat beberapa hal menarik terkait perbandingan diantara keempat tools tersebut.

Berikut ini beberapa perbandingan diantara keempat tools tersebut yang bersumber dari paper dan studi di atas serta dari berbagai sumber lain yang relefan.

  1. Penulisan atau sintaks. Jika dilihat dari sisi sintaks atau perintahnya, tools Octave dan FreeMat memiliki sintaks yang mirip dengan sintaks yang dimiliki oleh Matlab. Bahkan Octave, FreeMat dan Matlab menghasilkan akhiran file yang sama, yaitu dot-m (.m). Octave juga konon dapat menjalankan dengan baik suatu code yang dibuat di Matlab. Sementara itu, Scilab memiliki sintaks yang agak berbeda dengan Matlab. Sebagai contoh, perintah untuk membaca suatu citra di Matlab menggunakan fungsi imread() sedangkan di Scilab menggunakan fungsi ReadImage().
  2. Fitur aplikasi. Tampaknya jika dilihat dari kelengkapan fitur yang dimiliki oleh masing-masing tools, Matlab merupakan perangkat lunak komputasi numerik dengan fitur yang paling lengkap. Bahkan paket lengkap termasuk aplikasi inti dan seluruh toolbox memiliki ukuran sekitar 4 GB. Lalu bagaimana dengan ketiga aplikasi yang lain? Diantara Scilab, Octave dan FreeMat, yang paling sedikit fiturnya adalah FreeMat dan paling kaya fitur adalah Scilab. Tentunya ini bisa dimaklumi jika melihat berapa jumlah pengembang aplikasi tersebut.
  3. Lisensi. Dari penjelasan di atas, cukup jelas bahwa diantara keempat perangkat lunak komputasi tersebut, hanya Matlab yang berlisensi tertutup. Walaupun berlisensi tertutup, pengguna tetap dapat berkontribusi dalam pengembangan Matlab melalui sarana kolaborasi yang disediakan oleh Matlab, yaitu www.mathworks.com/matlabcentral. Disini kita dapat menemukan dan berbagi code untuk berbagai keperluan. Sementara itu, ketiga tools lainnya memiliki lisensi terbuka sehingga lebih banyak orang yang mungkin terlibat dan berkontribusi dalam mengembangkan aplikasi tersebut. Perkembangan tool Scilab, Octave dan FreeMat cukup menjanjikan di masa mendatang.
  4. Pengguna aplikasi. Memang penulis tidak dapat menemukan data pasti mengenai berapa jumlah pengguna masing-masing aplikasi. Namun demikian, tampaknya pengguna Matlab-lah yang paling banyak mengingat tool ini diajarkan di banyak perguruan tinggi di dunia, terutama perguruan tinggi di Amerika. Walaupun saat ini terdapat kecenderungan di kalangan perguruan tinggi di Eropa yang lebih banyak menggunakan tool Scilab dibandingkan Matlab. Alasan utamanya tentu faktor lisensi dari keduanya yang berimplikasi pada biaya penggunaan tool tersebut.
  5. Dukungan sistem operasi. Baik Matlab, Scilab, Octave maupun FreeMat memang mendukung sistem operasi Windows, Linux dan Mac OS. Namun berdasarkan pengalaman penulis terutama terkait sistem operasi berbasis Windows dan Linux, keempat tool tersebut memiliki kecenderungan dukungan yang lebih baik pada sistem operasi tertentu. Matlab dapat berjalan dengan lebih baik jika dipasang di sistem operasi Windows, sedangkan Scilab, Octave dan FreeMat berjalan dengan lebih baik di sistem operasi berbasis Linux.

Lalu sebaiknya tool mana yang harus digunakan, terutama untuk keperluan pengolahan citra digital? Tidak ada rekomendasi pasti. Tetapi yang lebih penting pertimbangkan sisi kebutuhan dan tujuan dari penggunaan. Jika kita seorang pelajar yang baru belajar tool komputasi numerik, Matlab lebih disarankan karena alasan kemudahan penggunaannya. Apalagi jika kampus tempat Anda belajar memiliki lisensi resmi dari Matlab, tentu akan lebih nyaman lagi. Jika kita sudah belajar dasar-dasar perintah Matlab, ditambah lagi kita tidak memiliki lisensi resmi Matlab alias membajak, sebaiknya kita mulai coba beralih ke tool yang berlisensi terbuka dan halal untuk diunduh seperti Scilab, Octave dan FreeMat. Tentu lain cerita jika kita ingin membuat suatu aplikasi pengolahan citra digital dengan kebutuhan khusus dan akan didistribusikan, sebaiknya gunakan saja bahasa pemrograman seperti Java atau C++. 🙂

Kesimpulan

Dalam hal komputasi pengolahan citra digital, saat ini tersedia banyak tool yang dapat digunakan. Salah satu tool yang paling handal adalah Matlab, akan tetapi berlisensi tertutup. Alternatif tool lainnya yang tidak kalah handal namun berlisensi terbuka antara lain Scilab, Octave dan FreeMat.

Semoga tutorial ini bermanfaat untuk kita semua dan berbagilah hal baik ke sebanyak-banyaknya orang maka kebahagiaan akan menghampiri Anda. Satu Karya untuk Indonesia!

Referensi Terkait

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_numerical_analysis_software
  2. Modul 1: Pengenalan Matlab. http://lecturer.eepis-its.edu/~ira/materi/pengolahan%20sinyal%20digital/pengenalan%20matlab%20.pdf
  3. Buku Pengolahan Citra Digital. Abdul Kadir
  4. A Comparative Evaluation of Matlab, Octave, FreeMat, and Scilab on Tara http://userpages.umbc.edu/~gobbert/papers/BrewsterGobbertTR2011.pdf
  5. A Comparative Evaluation of Matlab, Octave, Freemat, and Scilab for Research and Teaching http://userpages.umbc.edu/~gobbert/papers/SharmaGobbertTR2010.pdf
  6. The best Matlab alternative. http://amca01.wordpress.com/2011/08/31/the-best-matlab-alternative/

Uncategorized

Javascript Alertify: Mengubah Tampilan Alert Menjadi Lebih Menarik

Bosan dengan tampilan alert (peringatan) Javascript bawaan dari browser? Ingin tampilan alert yang lebih baik dan lebih cantik? Gunakan saja Alertify, sebuah library sederhana Javascript yang mengubah tampilan alert menjadi lebih menarik. Keunggulan dari library ini antara lain tampilan dapat di-customize dengan mudah melalui perintah CSS, berjalan dengan baik di semua browser, ringan (library utama hanya berukuran 8 KB) dan tidak memerlukan library tambahan.

Read More

11 Library Gratis untuk Membuat Grafik Berbasis Web

Dalam pembuatan sistem atau aplikasi berbasis web, seringkali diperlukan penyajian data dan laporan dalam bentuk grafik, selain dalam bentuk tabel atau tabular. Penyajian data dalam bentuk grafik memiliki keuntungan antara lain bentuknya yang lebih menarik serta dapat dipahami makna keseluruhan data dengan lebih cepat. Bentuk grafik juga lebih ringkas dibandingkan penyajian data dalam bentuk tabel.

Dalam kaitannya dengan penyajian data dalam bentuk grafik, PHP memiliki kemampuan cukup bagus dalam penanganan dan pembuatan grafik yang dapat disajikan secara langsung di browser (on-the-fly). Kita dapat membuat grafik dengan memanfaatkan fungsi-fungsi penanganan grafik yang disediakan oleh PHP, atau menggunakan berbagai library siap pakai yang dibuat khusus untuk menampilkan data dalam bentuk grafik. Tentunya penggunaan library akan lebih cepat dalam pembuatan aplikasi, karena cukup menguasai bagaimana menggunakan library tersebut.

Saat ini tersedia cukup banyak library PHP yang dibuat untuk menampilkan data dalam bentuk grafik. Beberapa library PHP tersebut sebagai berikut.

Read More

Hasil Perintah SHOW CREATE TABLE

SHOW CREATE TABLE: Perintah MySQL untuk Menampilkan Perintah Query Membuat Table

Jika kita ingin membuat TABLE atau obyek yang lainnya di MySQL melalui command line, tentunya kita memerlukan perintah query “CREATE“. Kita tinggal ketikkan di command line atau jendela query MySQL Client, lalu menjalankan perintah query “CREATE” tersebut. Untuk mengetahui bagaimana perintah CREATE selengkapnya dapat membaca buku MySQL5: Dari Pemula Hingga Mahir yang dapat didownload secara gratis.

Lalu bagaimana jika yang diinginkan adalah sebaliknya? Kita sudah memiliki database, table, procedure atau obyek yang lainnya dan ingin menampilkan perintah query untuk membuat obyek-obyek tersebut. Ternyata MySQL memiliki perintah khusus untuk hal ini yaitu perintah “SHOW CREATE“. Tentunya perintah ini sangat berguna jika kita ingin melakukan backup struktur obyek-obyek yang kita miliki di database MySQL atau sekedar ingin mengetahui perintah untuk membuat obyek-obyek tersebut.

Read More

JQuery appendGrid: Plugin untuk Inputan Tabel Dinamis

Rancangan inputan dalam bentuk tabel banyak digunakan saat kita ingin menginputkan serangkaian data yang saling berkaitan. Sebagai contoh dalam merancang inputan untuk transaksi penjualan. Biasanya transaksi penjualan dirancang untuk menginput data pelanggan dan waktu transaksi, selanjutnya barang-barang yang dibeli akan diinputkan dalam sebuah tabel yang ditampilkan secara dinamis. Kita tentunya dapat membuat tabel dinamis tersebut dengan menggunakan Javascript atau JQuery secara manual. Namun, jika Anda ga mau terlalu repot, gunakan saja plugin appendGrid yang dibuat oleh Albert L dari Hongkong. Dengan plugin ini, kita dapat menambahkan, menghapus, menyisipkan dan mengatur posisi baris di dalam tabel grid. Data inputan juga dapat diolah dengan mudah oleh PHP/ASP/JSP dan sebagainya.

Read More

PHP: Perbedaan Fungsi include(), require(), include_once() dan require_once()

PHP memiliki kemampuan untuk menyertakan file php lainnya ke dalam suatu program PHP. Tentunya kemampuan ini sangat berguna bagi programmer karena tidak perlu menuliskan suatu perintah yang diperlukan di setiap file berulang kali, cukup ditulis di satu file dan disertakan di file yang memerlukannya. Contoh bagian dari program PHP yang biasanya dituliskan di file terpisah dan disertakan di file-file lainnya adalah potongan program untuk melakukan koneksi ke database. Kita tentu sudah memahami bahwa koneksi ke database harus dilakukan terlebih dahulu sebelum kita berurusan dengan data yang disimpan di database.

Terkait dengan hal tersebut, PHP memiliki beberapa fungsi untuk menyertakan suatu file yaitu include(), require(), include_once() dan require_once(). Lalu apa perbedaan antara keempat fungsi tersebut? Dan sebaiknya kita menggunakan fungsi yang mana? Dalam tutorial singkat ini akan dijelaskan mengenai maksud dan perbedaan dari fungsi-fungsi tersebut serta kapan kita harus menggunakannya.

Perbedaan Fungsi include() dan require()

Terkait dengan fungsi include(), manual PHP menyatakan bahwa “The include statement includes and evaluates the specified file”. Artinya fungsi include() akan menyertakan dan mengevaluasi seluruh program yang ada di file yang disertakan. Jika terdapat error pada program yang disertakan, maka error akan ditampilkan di layar. Dan jika file yang disertakan ternyata tidak ditemukan (mungkin karena lokasi yang salah atau memang file tidak ada), maka program selanjutnya (setelah include) akan tetap dijalankan walaupun ditampilkan error.

Perhatikan contoh program koneksi.php sederhana berikut ini.

  1. <?php
  2. mysql_connect("localhost", "root", "")
  3. ?>

 

Dan berikut ini program test.php yang akan menyertakan file koneksi.php di atas menggunakan fungsi include()

  1. <?php
  2. include "conn/koneksi.php";
  3. echo "Program setelah koneksi";
  4. ?>

Jika program test.php di atas dijalankan dan file koneksi.php berjalan dengan baik dan tidak ada error maka akan ditampilkan text “Program setelah koneksi” tanpa adanya error. Namun jika pada file koneksi.php ternyata tidak ditemukan, maka tulisan “Program setelah koneksi” tetap ditampilkan walaupun disertai error yang disebabkan karena file koneksi.php tidak ditemukan. Berikut ini contoh tampilannya.

include-1

Perintah require() pada dasarnya sama dengan perintah include(). Perbedaannya hanya terletak pada saat file yang disertakan tidak ditemukan, maka perintah-perintah selanjutnya tidak akan dijalankan. Perhatikan program test.php di atas. Jika perintah include pada baris ke-2 diganti dengan perintah “require” dan program koneksi.php tidak ditemukan, maka teks “Program setelah koneksi” tidak akan ditampilkan, melainkan hanya menampilkan error. Berikut ini contoh tampilannya.

include-2

Perbedaan Antara *_once dan Tanpa “once”

Lalu bagaimana perbedaan antara include() dengan include_once() serta require() dan require_once() ? Penambahan akhiran _once baik pada include maupun require akan memastikan bahwa file yang disertakan hanya dieksekusi sekali saja, walaupun file disertakan beberapa kali. Sebaliknya tanpa akhiran _once penyertaan file yang sama beberapa kali mungkin akan menyebabkan error.

Untuk lebih jelasnya perhatikan kedua program berikut ini.

  1. <?php
  2. class Foo {
  3. var $bar = 10;
  4. function getBar() {
  5. return $bar;
  6. }
  7. }
  8. ?>

 

Contoh program test2.php yang menyertakan file foo.class.php  di atas sebanyak dua kali.

  1. <?php
  2. require "foo.class.php";
  3. require "foo.class.php";
  4. echo "Program setelah pemanggilan";
  5. ?>

 

Pada saat program test2.php di atas dicoba, maka akan terjadi error akibat penyertaan file foo.class.php sebanyak dua kali, sehingga dianggap bahwa pendefinisian class Foo terjadi dua kali. Mendefinisikan suatu class dengan nama yang sama lebih dari satu kali akan mengakibatkan error. Berikut ini tampilan errornya.

include-3

Nah, untuk menghindari error di atas, kita dapat menambahkan akhiran once di fungsi include maupun require sehingga program hanya akan mengeksekusi penyertaan file sebanyak sekali. Silahkan ganti fungsi require pada baris 2 dan 3 program test2.php di atas dengan fungsi require_once dan cobalah kembali program test2.php. Tidak akan terjadi error.

Kesimpulan: Lalu Fungsi Mana yang Harus Digunakan?

Tentu kuncinya, gunakan sesuai kebutuhan. Saat kita akan menyertakan file yang memang harus dipastikan bahwa program pada file tersebut harus berjalan dengan baik sebelum bagian program yang lainnya, ya gunakanlah fungsi require. Contohnya adalah dalam menyertakan file berisi koneksi ke database atau file konfigurasi situs. Sebaliknya, saat file yang disertakan tidak mempengaruhi jalannya program yang lainnya, kita bisa menggunakan fungsi include. Sementara itu, penggunaan include_once atau require_once lebih disarankan untuk memastikan bahwa file yang disertakan tidak dieksekusi lebih dari sekali.

Semoga tutorial ini bermanfaat untuk kita semua dan berbagilah hal baik ke sebanyak-banyaknya orang maka kebahagiaan akan menghampiri Anda. Satu Karya untuk Indonesia!

Referensi

  1. Buku Gratis Pemrograman Web dengan PHP & MySQL. http://achmatim.net/buku-gratis/pemrograman-web-dengan-php-dan-mysql/
  2. PHP Manual: require. http://www.php.net/manual/en/function.require.php
  3. PHP Manual: include. http://www.php.net/manual/en/function.include.php
  4. PHP Manual: require_once. http://www.php.net/manual/en/function.require-once.php
  5. PHP Manual: include_once. http://www.php.net/manual/en/function.include-once.php

JQuery: Cara Mudah Redirect Halaman dengan Interval Waktu

Seringkali kita menemukan pada suatu situs web peringatan semacam “You will be redirected to actual page after X seconds” atau “Anda akan diarahkan ke halaman sebenarnya dalam waktu X detik“. Peringatan semacam itu sering digunakan untuk memberikan ruang sementara pada iklan atau poster tertentu sebelum pengunjung disajikan halaman sebenarnya yang dituju. Oleh karena itu, kita sering menemuinya dalam situs-situs yang menyediakan layanan berbagi file (file sharing) maupun unduhan gratis seperti 4shared dan indowebster.

Nah, lalu bagaimana membuatnya? Dalam tutorial singkat ini, akan dicontohkan bagaimana membuat redirect halaman tersebut menggunakan JQuery. Kita akan memanfaatkan fungsi setInterval() yang dimiliki oleh JQuery. Fungsi ini akan mengatur penundaan (delay) dengan interval waktu tertentu. Satuannya dalam miliseconds.

Read More

JQuery Multiple-Select Combobox untuk Tampilan Combobox yang Lebih Baik

Combobox atau Selecbox merupakan salah satu komponen penting dari form inputan. Melalui jenis inputan ini, normalnya pengguna dapat memilih satu pilihan yang ditampilkan dalam bentuk drop-down. Namun dengan menambahkan atribut multiple, maka pengguna juga dapat memilih lebih dari satu pilihan sekaligus. Pada jenis combobox dengan pilihan tunggal memang pengguna rata-rata cukup nyaman dengan bentuk dasarnya, namun pada bentuk jamak (multiple-select combobox), pengguna seringkali tidak terlalu nyaman karena dalam memilih beberapa pilihan sekaligus harus menekan tombol Ctrl. Sedangkan tidak semua pengguna memahami hal tersebut.

Read More

Tips: Membuat File Berukuran Besar dengan Cepat di Linux dan Windows

Ada kalanya kita memerlukan keberadaan suatu file dengan ukuran tertentu, baik ukuran kecil maupun besar. Sebagai contoh untuk keperluan pengujian suatu program atau aplikasi yang melakukan pembacaan file. Untuk melakukan pengujian dalam hal kekuatan program dalam menangani berbagai ukuran file, tentu diperlukan file dengan ukuran yang beragam dari mulai yang kecil hingga yang sangat besar. Lalu bagaimana membuatnya? Membuat file secara manual melalui editor tentu bukan solusi yang baik, karena ukuran file tidak dapat diatur dan kemampuan editor terbatas dalam menangani file yang sangat besar (misalnya berukuran 10 GB). Jadi, simak tips singkat berikut ini.

Read More