Hari Sabtu sore, 24 Desember 2005, cuaca cukup cerah saat aku memutuskan untuk pergi ke tempat temenku di Bekasi, tepatnya di daerah Kranji. Berangkat jam setengah lima sore lebih. Jalur ke Blok-M tidak begitu macet, jadi jam 17:15 sudah nyampe Blok-M. Untuk menuju ke tempat temenku-itu, dari terminal Blok-M, ada beberapa jalur yang bisa dipilih. Kita bisa naik P27 yang mengambil rute lewat Bekasi Timur dan berakhir di terminal Bekasi. Kita juga bisa naik AC05 yang melewati Tol Bekasi Barat dan berakhir di terminal Bekasi. Selain menggunakan bis, kita juga bisa naik Busway dari Blok-M dan turun di Stasiun Jakarta Kota. Dari stasiun Kota naik KRL menuju Bekasi. Kali ini, aku memilih jalur ketiga dengan naik Busway dan diteruskan naik KRL. Turun di Stasiun Kranji.
Pengalaman naik kereta, khususnya KRL, bagi masing-masing orang mungkin berbeda. Ada yang sudah terbiasa, bahkan sehari-hari. Ada yang baru sekali. Tapi ada juga yang belum pernah sama sekali (mungkin termasuk Anda ??).
Berikut ini, beberapa hal yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan saat Anda akan naik KRL (atau kereta pada umumnya) :
Pertama. Anda harus tahu tujuan KRL dan juga di stasiun mana saja KRL akan berhenti. Juga berada di jalur berapa Anda harus menunggu kereta. Untuk di stasiun Kota, biasanya KRL Ekonomi bisa ditunggu di jalur 4, tapi untuk lebih jelasnya bisa tanyakan ke petugas. Selain, tujuan kereta, Anda juga harus tahu jadwal keberangkatan kereta. Untuk KRL Ekonomi Jakarta-Bekasi dari pukul 05.00 - 19.00 dalam selang waktu 45 menit sekali terdapat satu pemberangkatan. ANda bisa bertanya kepada petugas atau bisa melihat di papan jadwal pemberangkatan kereta. Informasi tujuan dan jadwal KRL dan kereta pada umumnya bisa dilihat di sini
Kedua. Anda harus tahu kalau naik KRL itu butuh tiket. Tiket kereta KRL bisa dibeli di loket yang sudah tersedia di stasiun. Biasanya tiket KRL bisa dibeli sekitar 30 menit sebelum keberangkatan kereta. Harga tiket KRL Ekonomi cukup murah, hanya Rp. 1.500,- untuk jalur Jakarta - Bekasi. Tiket kereta juga harus dibawa saat ANda naik kereta, karena tiket akan diperiksa oleh petugas di tengah-tengah perjalanan. Akan tetapi, sebenarnya pemeriksaan tiket oleh petugas tersebut juga tidak begitu ketat, jadi tanpa tiket pun plus modal tampang garang atau memelas, Anda bisa terlepas dari pemeriksaan tiket. Bahkan, dalam taksiran saya, sekitar 30% penumpang KRL Ekonomi adalah penumpang tanpa tiket, itu belum termasuk pedagang.
Ketiga. Hati-hati saat akan naik atau turun kereta. Kenapa? Karena sangat ramai, terutama saat pagi dan sore hari, saat jam pergi dan pulang kerja. Sebagian pengguna jasa KRL Ekonomi adalah karyawan dan pelajar. Kalau Anda tidak hati-hati, bisa-bisa Anda bisa tergencet atau bahkan terjatuh.
Keempat. Pilih tempat duduk (jika ada) atau tempat berdiri yang nyaman dan aman. Pilihlah tempat yang dekat dengan orang-orang baik, atau setidaknya yang terlihat baik, misalnya di dekat ibu-ibu, dekat karyawan yang terpelajar, dekat cewek berjilbab, dan sebagainya.
Kelima. Sediakan selalu uang pecahan. Untuk apa sih? Di dalam KRL, sepanjang perjalanan, Anda akan menemui banyak sekali pekerja kereta (=pengamen) dalam berbagai rupa dan bentuk serta dengan berbagai alat musik. Ada yang memakai gitar, kendang, dan bahkan ada yang hanya bermodalkan sapu. Lho kok bisa? Coba buktikan saja sendiri. Saran saya sih, sebaiknya Anda beri seratus-lima ratus buat mereka. Selain untuk beramal, juga demi keselamatan Anda.
Keenam. Jaga emosi. Terutama jika berhadapan dengan pekerja kereta dan pedagang. Ohya, di kereta biasanya bermacam barang dagangan yang ditawarkan. Mulai dari makanan sampai minuman, mulai dari gantungan hp sampe gantungan kunci, mulai dari pulpen hingga mainan. Harganya? Harganya rata-rata lumayan murah, bahkan terkadang lebih murah dari harga toko. Akan tetapi, Anda harus ekstra hati-hati. Telitilah sebelum membeli, jangan sampai Anda kecewa dengan barang yang Anda beli. Jika Anda beli makanan, periksa keaslian dan masa expired-nya. Juga, tanyakan dulu harganya sebelum memutuskan sebelum membeli. Jangan pernah mengumpat atau mengomel atau memaki-maki pedagang, karena akibatnya bisa fatal. Mereka tidak berdagang sendirian di kereta. Mereka punya banyak temen. Pernah suatu saat saya naik kereta, seorang penumpang di seberang tempat duduk saya memaki pedagang. Akibatnya, setiap ada pedagang lewat, selalu saja penumpang tadi jadi sasaran umpatan.
Ketujuh. Intinya jangan sok. Jangan sok jago, jangan sok pinter, jangan sok kaya, dan jangan sok-sok yang lainnya. Bersikaplah ramah dan sopan. Nikmati perjalanannya dan Anda akan selamat sampai tujuan.
Semoga ketujuh hal tersebut bermanfaat bagi Anda yang belum pernah dan ingin naik KRL Ekonomi atau kereta pada umumnya.