Sitasi: Apa, Mengapa, dan Bagaimana?

Sitasi: Apa, Mengapa, dan Bagaimana?

Beberapa minggu terakhir kebetulan di Universitas Budi Luhur sedang berlangsung sidang tugas akhir (S1) dan thesis (S2). Sebagai dosen pembimbing sekaligus penguji, saya sering menemukan kesalahan dalam penulisan laporan tugas akhir atau thesis dalam hal penulisan sitasi. Selanjutnya dalam proses revisi pun, masih banyak mahasiswa yang belum memahami mengenai apa itu sitasi. Banyak yang justru bertanya saat diminta untuk menambahkan sitasi di suatu kalimat atau paragraf. Oleh karena itu, mudah-mudahan artikel singkat ini dapat membantu memberikan pemahaman mengenai apa itu sitasi, mengapa sitasi itu penting dalam sebuah karya ilmiah, dan bagaimana penulisannya. Semoga bermanfaat.

Apa itu Sitasi?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “sitasi” merupakan sinonim dari kata “kutipan”. KBBI mendefinisikan sitasi (kutipan) sebagai kegiatan pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri. Dalam bahasa yang lebih mudah, sitasi merupakan suatu cara kita memberitahu pembaca artikel bahwa suatu data, fakta, kalimat atau pernyataan yang dituliskan berasal dari sumber lain. Sumber lain mendefinisikan sitasi sebagai sebuah ekspresi alfanumerik yang disingkat yang tertanam dalam tubuh sebuah karya intelektual yang menunjukkan entri di bagian referensi bibliografi karya untuk tujuan mengakui relevansi karya orang lain.

Untuk memberikan gambaran apa itu sitasi, perhatikan contoh-contoh penyajian sitasi berikut ini. Pada Gambar 1 menyajikan contoh sitasi dan daftar pustaka yang saya ambil dari paper berjudul “Pengamanan M-Commerce Menggunakan One Time Password Metode Pseudo Random Number Generator (PRNG)”. Pada Gambar 1 bagian (a) terdapat kalimat “Mobile commerce merupakan sistem perdagangan elektronik (e-commerce) yang menggunakan peralatan bergerak seperti telepon genggam, telepon pintar, PDA, dan notebook”. Kalimat tersebut merupakan pernyataan atau kalimat yang esensinya diambil dari sumber/referensi nomor [3]. Nah, sumber/referensi nomor [3] rinciannya ada di daftar pustaka (Gambar 1 bagian b). Jadi, yang disebut sitasi adalah teks nomor [3] (highlight warna biru muda)

Gambar 1. Contoh sitasi dan daftar pustaka dengan gaya sitasi IEEE

Sekarang mari kita lihat contoh yang kedua. Pada Gambar 2 diberikan contoh sitasi gaya Harvard yang saya ambil dari laporan disertasi saya. Gambar 2 bagian (a) terdapat sitasi “(Solichin dkk., 2014; Li dkk., 2012; Zheng dan Chen, 2012)”. Dalam sistem sitasi Harvard, nama akhir penulis disebutkan yang diikuti oleh tahun terbitnya publikasi. Pada sitasi di Gambar 2 bagian (a) tersebut, terdapat 3 referensi yang dirujuk, artinya penjelasan dari metode Histogram of Oriented Gradient (HOG) dapat ditemukan di ketiga referensi tersebut.

Sementara itu, pada daftar pustaka, harus tercantum informasi rinci dari referensi yang dirujuk pada Gambar 2 bagian (a). Perhatikan Gambar 2 bagian (b), sebenarnya terdapat dua referensi dengan nama penulis Solichin dkk, tapi yang dirujuk di naskah adalah referensi yang terbit di tahun 2014, yaitu yang berjudul “A Survey of Pedestrian Detection in Video”.

Gambar 2. Contoh sitasi dan daftar pustaka dengan gaya sitasi Harvard

Semoga dengan contoh di atas, pertanyaan apa itu sitasi bisa terjawab.

Satu hal lagi, yang perlu dipahami dalam menulis karya ilmiah (paper, jurnal, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, dll) adalah aturan bahwa seluruh referensi yang disitasi harus ada di daftar pustaka, dan sebaliknya, seluruh referensi yang ada di daftar pustaka harus disitasi di naskah.

Mengapa Sitasi itu Penting?

Pertanyaan selanjutnya, mengapa sitasi itu penting? Situs Plagiarism.org menyatakan beberapa alasan mengapa kita harus memperhatikan penyajian sitasi dalam karya ilmiah kita. Alasan utama pentingnya sitasi adalah untuk memberikan penghargaan terhadap hasil penelitian atau karya orang lain dan untuk menghindari tindakan plagiat. Berikut ini beberapa alasan lain pentingnya sitasi yang dirangkum dari beberapa sumber:

  • Sitasi berguna bagi seseorang yang membaca tulisan kita untuk menemukan informasi lebih mengenai kalimat, fakta, pernyataan, dan ide yang kita tuliskan; dan dari mana hal tersebut berasal.
  • Tidak semua ide atau informasi yang berasal dari referensi / pustaka lain itu baik, bisa jadi kita memiliki ide atau cara yang lebih baik. Melakukan sitasi ke pustaka lain tersebut, dapat membantu pembaca untuk memahami pentingnya ide atau informasi yang kita sampaikan.
  • Melakukan sitasi dapat menunjukkan berapa banyak referensi / pustaka yang telah kita baca.
  • Melakukan sitasi dapat memperkuat ide penelitian yang kita lakukan.
  • Untuk memungkinkan pembaca menentukan secara independen apakah bahan yang direferensikan mendukung argumen penulis melalui klaimnya
  • Untuk membantu pembaca mengukur kekuatan dan validitas materi yang telah digunakan penulis.

Bagaimana Menuliskan Sitasi?

Pada Gambar 1 dan Gambar 2 telah diberikan contoh sitasi dalam gaya IEEE dan Harvard. Untuk menuliskan sitasi, kita harus memahami dulu, naskah ilmiah yang akan kita tulis menggunakan gaya sitasi apa. Jika kita mau membuat tulisan untuk keperluan publikasi di suatu jurnal atau konferensi, cari dulu informasi mengenai gaya sitasi yang digunakan. Demikian juga jika ingin membuat proposal atau laporan penelitian, cari informasi gaya sitasi yang digunakan di panduan atau ketentuan. Lalu gaya (style) sitasi ada apa saja sih? Banyak. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Harvard Reference Format. Gaya sitasi harvard pada umumnya digunakan di naskah ilmiah yang disajikan dalam 1 kolom, seperti proposal penelitian, laporan penelitian, laporan skripsi, laporan tesis, dan laporan disertasi.
  • IEEE. Gaya sitasi IEEE dikeluarkan oleh Institute for Electrical and Electronics Engineers (IEEE). Seluruh jurnal dan konferensi yang terindeks IEEE mengikuti gaya sitasi ini. Selengkapnya dapat dipelajari di http://ieeeauthorcenter.ieee.org/wp-content/uploads/IEEE_Style_Manual.pdf
  • Chicago. Gaya sitasi Chicago keluarkan oleh Chicago University Press sejak tahun 1906.
  • APA. Gaya sitasi APA selengkapnya dapat ditemukan di https://apastyle.apa.org/style-grammar-guidelines.
  • MLA. Gaya MLA (Modern Language Association) digunakan untuk naskah di bidang sastra terutama dalam hal bahasa dan literatur.
  • dll

Setelah kita mengetahui gaya sitasi yang digunakan, untuk mengelola penulisan sitasi dan referensi dapat dilakukan dengan cara manual dan menggunakan perangkat lunak bantuan (tools). Saya lebih menyarankan untuk menggunakan perangkat lunak atau tools karena penulisan sitasi dengan cara manual sangat rentan terhadap kesalahan. Salah satu perangkat lunak gratis untuk mengelola sitasi dan referensi adalah Mendeley Desktop. Silahkan pelajari materi singkat mengenai Mendeley Desktop di postingan saya sebelumnya, kebetulan beberapa kali memberikan pelatihan bagi dosen-dosen dan mahasiswa.

Demikian tulisan singkat mengenai apa, mengapa dan bagaimana sitasi. Semoga bermanfaat.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *